Lanjutkan Pelatihan AI dengan Sesi Prompt Engineering

Setelah pelatihan penggunaan AI untuk proses data dan uji sertifkasi, pelatihan lanjutan pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) guna memperdalam dan pengayaan materi. Mengangkat topik “Implementasi Generative AI untuk Tenaga Kependidikan dan Pengelolaan Program Studi”, kegiatan ini berfokus pada peningkatan efisiensi kerja tenaga kependidikan serta tata kelola administrasi program studi berbasis teknologi digital.

Kegiatan diawali dengan sambutan dari Dekan Fakultas Ekonomi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Dr. H. Misbahul Munir, Lc., M.EI. Dalam arahannya, beliau menyampaikan bahwa pelatihan kali ini dirancang sebagai wadah penguatan keterampilan praktis para staf dan pengelola prodi agar lebih siap menghadapi transformasi digital di lingkungan kampus.

“Sesi kali ini merupakan pendalaman dan perluasan materi dari pelatihan sebelumnya. Kita buat suasananya lebih santai agar bapak dan ibu sekalian bisa langsung mempraktikkan materi yang diberikan untuk mempermudah pekerjaan sehari-hari di fakultas,” ujar Dr. H. Misbahul Munir, Lc., M.EI.

Untuk membedah materi secara teknis, FE UIN Malang menghadirkan Prasetyo Adi Sulistyono, S.E., seorang AI Enthusiast, Associate Expert of Academy Peak Performa, sekaligus AI Certified Instructor. Dalam pemaparannya, narasumber membedah analisis penerapan Prompt Engineering Frameworks sebagai kunci utama dalam berinteraksi dengan Generative AI.

Prasetyo mengenalkan 10 kerangka (framework) formulasi prompt beserta contoh penerapannya dalam tugas administrasi dan pengelolaan prodi, antara lain:

  1. RACE (Role, Action, Context, Explanation)
  2. CARE (Context, Action, Result, Example)
  3. APE (Action, Purpose, Execution)
  4. CREATE (Character, Request, Examples, Adjustment, Type of output, Extras)
  5. TAG (Topic, Action, Goal)
  6. CREO (Context, Request, Explanation, Outcome)
  7. RISE (Role, Input, Steps, Execution)
  8. PAIN (Problem, Action, Information, Next Steps)
  9. COAST (Context, Objective, Action, Scenario, Task)
  10. ROSES (Role, Objective, Scenario, Expected solution, Steps)

Narasumber menekankan bahwa efektivitas penggunaan platform AI sangat bergantung pada sejauh mana pengguna mampu menyusun instruksi yang terstruktur dan rinci.

“Dalam penggunaan AI, kualitas prompt yang kita berikan akan menentukan kualitas output yang dihasilkan. Kerangka kerja ini hadir agar instruksi yang kita berikan kepada AI menjadi presisi, sehingga hasil yang diperoleh relevan dengan kebutuhan pengelolaan prodi maupun tugas administratif,” jelas Prasetyo Adi Sulistyono, S.E.

Para peserta dari unsur tenaga kependidikan dan pengelola program studi antusias mengikuti simulasi penyusunan prompt menggunakan 10 framework tersebut. Melalui pelatihan pendalaman ini, Fakultas Ekonomi UIN Malang terus berkomitmen mendorong modernisasi tata kelola administrasi publik dan layanan akademik berbasis teknologi masa kini.

Berita Terkait