FE UIN Malang Matangkan Implementasi Kurikulum OBE

Akselerasi mutu akademik terus menjadi prioritas utama Fakultas Ekonomi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Langkah taktis ini kembali diwujudkan melalui penyelenggaraan Review Kurikulum Berbasis Outcome-Based Education (OBE) yang digelar di Meeting Room Fakultas Ekonomi lantai 1 pada Selasa (26/05).

Agenda ini menghadirkan pakar pengembangan kurikulum pendidikan tinggi, Prof. Dr. H. Wahidmurni, M.Pd., serta dihadiri langsung oleh jajaran dekanat, ketua, dan sekretaris program studi di lingkungan Fakultas Ekonomi. Pertemuan ini sengaja digelar untuk menyisir kembali kesiapan naskah akademik prodi sebelum benar-benar diterjunkan ke ruang kelas.

Dalam arahannya, Dr. H. Misbahul Munir, Lc., M.EI., Dekan Fakultas Ekonomi mengingatkan bahwa pemahaman teoretis mengenai OBE sebenarnya sudah tuntas dibahas pada lokakarya (workshop) sebelumnya. Kini, momentumnya adalah melakukan intervensi perbaikan yang konkret dan terukur pada draf kurikulum masing-masing prodi. Langkah ini dinilai sangat krusial mengingat peta penilaian akreditasi saat ini mengalami pergeseran instrumen yang signifikan.

“Kurikulum berbasis OBE bukan lagi sekadar pilihan, melainkan syarat khusus yang diminta oleh LAMEMBA jika kita ingin meraih predikat Unggul. Fondasi utamanya ada pada Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL). Pihak asesor nanti akan melihat secara jeli pada poin kriteria 7 sampai 9; bagaimana CPL itu diukur, dinilai, hingga bagaimana bentuk intervensi perbaikannya jika target belum tercapai,” tegas Misbahul Munir.

Lebih lanjut, Dekan memberikan target berkala yang jelas agar akselerasi ini segera berdampak pada iklim belajar mahasiswa. Beliau menginstruksikan agar program studi dapat bergerak secara simultan tanpa harus saling menunggu.

“Kita sempat menyusul untuk penyesuaian OBE ini, jadi tidak boleh menunda lagi. Saya berharap, khusus untuk Program Studi Manajemen, kurikulum OBE ini sudah harus diimplementasikan secara penuh pada semester depan,” imbuhnya di hadapan para pengelola prodi.

Sementara itu, Prof. H. Wahidmurni, M.Pd., selaku narasumber membedah secara teknis mengenai backward design atau metodologi penjabaran mundur yang menjadi ruh dari kurikulum OBE. Menurutnya, dosen harus mengubah pola pikir lama yang berfokus pada apa yang ingin diajarkan menjadi apa yang harus dikuasai oleh mahasiswa setelah lulus.

“Rancangan OBE ini dimulai dari akhir, yaitu penjabaran mundur dari capaian (outcome) lulusan yang kita inginkan. Proses ini mengatur tentang bagaimana kita membawa target tersebut ke dalam proses pembelajaran riil, baik di luar maupun di dalam kelas. Output-nya harus bermuara pada CPL, dan CPL itulah yang kemudian diturunkan secara presisi ke dalam struktur naskah kurikulum dan modul perkuliahan,” urai Prof. Wahidmurni.

Berita Terkait