
Fakultas Ekonomi Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat atau PKM di MA Mambaus Sholihin Kota Blitar. Kegiatan ini menjadi bentuk nyata kontribusi perguruan tinggi dalam memperluas wawasan peserta didik mengenai perkembangan teknologi, pemasaran, kewirausahaan, dan pengelolaan keuangan.
Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sambutan Ketua Pelaksana PKM, Dekan atau perwakilan Fakultas Ekonomi UIN Maliki Malang, serta Kepala MA Mambaus Sholihin Kota Blitar yang sekaligus membuka kegiatan secara resmi.
Pada kesempatan tersebut juga dilaksanakan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama atau PKS antara Fakultas Ekonomi UIN Maliki Malang dan MA Mambaus Sholihin Kota Blitar. Penandatanganan PKS menjadi langkah penting untuk memperkuat kolaborasi kedua lembaga dalam bidang pendidikan, peningkatan kompetensi peserta didik, serta pelaksanaan kegiatan akademik dan pengabdian kepada masyarakat secara berkelanjutan. Setelah penandatanganan PKS, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan cenderamata sebagai simbol terjalinnya kerja sama antarlembaga.
Memasuki sesi inti, materi pertama disampaikan oleh Prof. Dr. H. Nur Asnawi, M.Ag. Penyampaian materi tersebut menjadi bagian penting dalam memberikan penguatan wawasan dan motivasi kepada peserta agar mampu mempersiapkan diri menghadapi perkembangan dunia pendidikan, ekonomi, dan dunia kerja. Materi kedua disampaikan oleh Dr. Hj. Rini Safitri, S.E., M.M., M.B.A. dengan topik “Penggunaan Artificial Intelligence untuk Marketing Usaha Mikro dan Kecil.” Dalam pemaparannya, peserta dikenalkan pada pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence sebagai alat pendukung pemasaran. AI dapat membantu pelaku usaha membuat ide konten, menyusun kalimat promosi, mengenali kebutuhan konsumen, mengembangkan desain pemasaran, serta merencanakan strategi promosi melalui media digital.
Materi ini penting karena usaha mikro dan kecil sering menghadapi keterbatasan tenaga, biaya, dan kemampuan pemasaran. Penggunaan AI secara tepat dapat membantu pelaku usaha bekerja lebih cepat, menekan biaya promosi, serta menjangkau konsumen yang lebih luas. Peserta juga mendapatkan pemahaman bahwa penggunaan AI harus tetap disertai kreativitas, etika, kemampuan memeriksa informasi, dan pemahaman terhadap karakter produk. Teknologi tidak menggantikan peran manusia, tetapi membantu pelaku usaha mengambil keputusan pemasaran secara lebih efektif. Materi tersebut memberikan manfaat praktis bagi peserta didik. Mereka tidak hanya memahami perkembangan teknologi, tetapi juga memperoleh gambaran mengenai peluang membangun usaha sejak usia muda. Peserta diharapkan mampu menggunakan teknologi digital secara produktif, bertanggung jawab, dan sesuai dengan kebutuhan pasar.
Materi ketiga disampaikan oleh Dr. Hj. Nina Dwi Setyaningsih, S.E., M.S.A. dengan topik “Laporan Keuangan untuk Perusahaan.” Materi ini membahas pentingnya pencatatan dan penyusunan laporan keuangan dalam menjalankan sebuah usaha. Peserta dikenalkan pada fungsi laporan keuangan untuk mencatat pemasukan, pengeluaran, aset, kewajiban, keuntungan, dan kondisi keuangan perusahaan. Laporan keuangan memiliki peran penting karena perusahaan tidak dapat menilai perkembangan usahanya hanya berdasarkan jumlah penjualan. Perusahaan perlu mengetahui biaya operasional, arus kas, utang, keuntungan bersih, serta kemampuan usaha dalam memenuhi kewajibannya. Melalui laporan keuangan yang tertib, pelaku usaha dapat mengetahui apakah usahanya memperoleh keuntungan atau mengalami kerugian. Data tersebut juga menjadi dasar dalam menyusun anggaran, menentukan harga, mengendalikan pengeluaran, merencanakan pengembangan usaha, dan mengambil keputusan bisnis.
Pemahaman tentang laporan keuangan juga penting bagi peserta didik yang ingin melanjutkan pendidikan atau membangun usaha. Kebiasaan mencatat keuangan sejak awal dapat mencegah tercampurnya uang pribadi dengan uang usaha. Hal ini menjadi salah satu dasar terciptanya pengelolaan usaha yang sehat, transparan, dan berkelanjutan. Setelah penyampaian materi, peserta mengikuti sesi tanya jawab dan diskusi interaktif. Peserta terlihat antusias menyampaikan pertanyaan kepada para narasumber. Diskusi tersebut membantu peserta memahami penerapan materi dalam kehidupan sehari-hari dan dunia usaha.
Melalui kegiatan PKM ini, peserta didik diharapkan memiliki pengetahuan yang lebih kuat tentang penggunaan teknologi dalam pemasaran serta pentingnya pengelolaan keuangan. Kedua kompetensi tersebut saling berkaitan dan sangat dibutuhkan dalam membangun usaha yang mampu berkembang serta bersaing di era digital. Kegiatan ditutup dengan pembacaan doa dan foto bersama. Fakultas Ekonomi UIN Maliki Malang dan MA Mambaus Sholihin Kota Blitar berharap kerja sama ini terus berkembang serta memberikan manfaat nyata bagi peserta didik dan masyarakat.







