
Fakultas Ekonomi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang terus mendorong mahasiswa untuk mengembangkan hasil penelitian menjadi karya ilmiah yang memiliki kualitas dan daya jangkau lebih luas. Upaya tersebut diwujudkan melalui Workshop Publikasi Ilmiah bertajuk “Optimalisasi Hasil Penelitian Mahasiswa untuk Publikasi Bereputasi di Bidang Ekonomi dan Bisnis Syariah” yang dilaksanakan pada Rabu, 23 September 2026, bertempat di Meeting Room Fakultas Ekonomi.
Workshop tersebut menghadirkan Ahmad Fauzi, S.Pd., M.Pd. sebagai narasumber. Ia merupakan akademisi, dosen, sekaligus praktisi pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dalam bidang akademik. Dalam kesempatan tersebut, peserta memperoleh pemahaman mengenai strategi mengoptimalkan hasil penelitian mahasiswa sekaligus memanfaatkan teknologi AI secara tepat dalam proses akademik.
Dalam sambutan pembukaan yang mewakili pimpinan Fakultas Ekonomi, Ketua Program Studi Perbankan Syariah, Dr. Fani Firmansyah, M.M., menekankan pentingnya memperhatikan kualitas publikasi ilmiah mahasiswa. Hasil penelitian yang telah dilakukan mahasiswa perlu diarahkan agar tidak berhenti pada penyelesaian tugas akademik, tetapi dapat dikembangkan menjadi karya ilmiah yang memiliki kualitas dan berpotensi dipublikasikan pada jurnal bereputasi.
Salah satu pembahasan yang mendapat perhatian dalam workshop adalah penggunaan Artificial Intelligence (AI) dalam proses penulisan dan pengembangan karya ilmiah. Ahmad Fauzi menekankan bahwa penggunaan AI dalam kegiatan akademik pada prinsipnya dapat dilakukan selama pengguna memahami regulasi serta tetap menguasai konsep keilmuan yang sedang dikerjakan.
“Boleh pakai AI asal tahu regulasinya. Boleh pakai AI asal menguasai konsep dalam perkuliahan, jangan tidak tahu apa-apa pakai AI,” jelas Ahmad Fauzi.
Menurutnya, AI sebaiknya ditempatkan sebagai alat bantu dan teman berdiskusi, bukan sebagai pengganti kemampuan berpikir peneliti. Mahasiswa tetap perlu memahami substansi penelitian, konsep yang digunakan, serta mampu mempertanggungjawabkan setiap bagian dari karya ilmiah yang dihasilkan.
Ahmad Fauzi juga menekankan pentingnya transparansi dalam penggunaan AI. Mahasiswa yang menggunakan AI dalam proses penyusunan karya ilmiah perlu mendeklarasikan penggunaannya, termasuk menjelaskan AI yang digunakan dan bagian mana yang dibantu oleh AI.
“Kalau pakai AI wajib dideklarasikan. Apa AI yang dipakai dan dalam bagian apa. Jujur, transparan dalam menggunakan AI,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa AI dapat dimanfaatkan sebagai teman diskusi dalam proses pengembangan gagasan, tetapi proses finalisasi tetap menjadi tanggung jawab manusia. Menurutnya, peneliti perlu melakukan proses humanisasi dan memastikan bahwa hasil akhir karya ilmiah benar-benar dipahami serta dapat dipertanggungjawabkan oleh penulisnya.
“AI menjadi teman diskusi, finalisasi oleh manusia. Tanggung jawab melakukan humanisasi adalah manusia. Jangan jadikan sumber informasi, tapi sebagai teman diskusi,” tegasnya.
Pembahasan tersebut menjadi relevan di tengah semakin luasnya pemanfaatan teknologi AI dalam lingkungan akademik. Mahasiswa tidak hanya dituntut mampu menggunakan teknologi, tetapi juga memahami batasan, etika, dan tanggung jawab akademik dalam penggunaannya.
Melalui workshop ini, Fakultas Ekonomi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang berharap mahasiswa semakin mampu mengoptimalkan hasil penelitian yang telah dilakukan menjadi karya ilmiah yang berkualitas. Penguatan kemampuan publikasi juga diharapkan dapat mendukung pengembangan budaya akademik dan kontribusi mahasiswa dalam bidang ekonomi dan bisnis syariah, sekaligus mendorong lahirnya karya ilmiah yang dapat dipublikasikan pada jurnal bereputasi.