Dr. Segaf Paparkan Strategi Penguatan IKU dan Peta Kompetisi Kinerja Fakultas

Penguatan kinerja perguruan tinggi tidak hanya berkaitan dengan pencapaian target, tetapi juga bagaimana setiap indikator dapat diukur secara jelas, terdokumentasi, dan dipublikasikan dengan baik. Hal tersebut disampaikan Dr. Segaf, S.E., M.Sc. dalam pemaparan mengenai penguatan Indikator Kinerja Utama (IKU) dan strategi peningkatan kinerja di lingkungan Fakultas.

Dalam pemaparannya, Dr. Segaf menekankan pentingnya membangun budaya publikasi kegiatan fakultas secara konsisten. Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah meningkatkan produktivitas berita pada website fakultas, sehingga berbagai kegiatan, prestasi, dan capaian sivitas akademika dapat terdokumentasi dan diketahui oleh seluruh warga fakultas maupun masyarakat luas.

“Kalau bisa satu hari satu berita untuk semua orang di fakultas,” menjadi salah satu penekanan dalam upaya membangun budaya publikasi yang lebih aktif dan berkelanjutan.

Memahami Perbedaan Pakta Integritas IKI Dosen dan Tendik

Selain publikasi, pembahasan juga menyoroti pentingnya pemahaman terhadap Pakta Integritas IKI (Indikator Kinerja Individu) bagi dosen dan tenaga kependidikan (tendik).

Setiap individu memiliki indikator dan tanggung jawab kinerja yang berbeda sesuai dengan tugas dan fungsinya. Oleh karena itu, dosen maupun tendik perlu memahami secara detail indikator yang menjadi tanggung jawab masing-masing, termasuk target yang harus dicapai.

Setiap Indikator Memiliki Target dan Rumus Perhitungan

Dr. Segaf juga menjelaskan bahwa setiap indikator kinerja memiliki target masing-masing. Pencapaian target tersebut tidak dilakukan berdasarkan perkiraan, melainkan menggunakan mekanisme dan rumus perhitungan yang telah ditetapkan.

Dengan demikian, setiap sivitas akademika perlu memahami tiga hal penting, yaitu indikator yang dinilai, target yang harus dicapai, serta cara menghitung capaian kinerja. Pemahaman tersebut diperlukan agar setiap individu dapat melakukan evaluasi terhadap kinerjanya secara mandiri dan terukur.

Peta Kompetisi Kinerja Fakultas

Untuk mendorong peningkatan prestasi dan budaya kompetisi yang sehat, Fakultas juga dapat memetakan kinerja dalam beberapa kategori. Peta kompetisi tersebut meliputi: Kinerja Terbaik, Kinerja Paling Inovatif, Cash Waqf, Unggul Tridharma, Publikasi dan Sitasi, Mahasiswa Berprestasi, dan Publikasi Media.

Pemetaan tersebut diharapkan dapat menjadi instrumen untuk mengidentifikasi berbagai keunggulan yang dimiliki oleh individu maupun unit kerja sekaligus mendorong peningkatan kualitas kinerja secara berkelanjutan.

Publikasi Mahasiswa sebagai Prestasi Akademik

Dalam aspek publikasi, Dr. Segaf juga memberikan perhatian terhadap kontribusi mahasiswa. Publikasi ilmiah mahasiswa dapat menjadi salah satu bentuk prestasi akademik, khususnya apabila publikasi tersebut memenuhi kriteria yang telah ditetapkan.

Namun demikian, tidak seluruh publikasi pada jurnal yang terindeks SINTA secara otomatis dapat dikategorikan sebagai prestasi akademik. Dalam pemaparan tersebut dijelaskan bahwa terdapat batasan kategori tertentu, sehingga publikasi pada SINTA 5 dan SINTA 6 tidak termasuk dalam kategori yang diakui sebagai prestasi akademik, sementara publikasi pada jenjang yang lebih tinggi dapat dipertimbangkan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Membangun Budaya Kinerja dan Publikasi

Melalui penguatan IKU, IKI, pengukuran berbasis target, serta peta kompetisi kinerja, Fakultas diharapkan mampu membangun budaya kerja yang semakin terukur, kompetitif, inovatif, dan terdokumentasi.

Publikasi melalui website fakultas juga menjadi bagian penting dalam menunjukkan berbagai aktivitas dan capaian sivitas akademika kepada publik. Dengan demikian, kinerja tidak hanya tercapai secara internal, tetapi juga dapat dikomunikasikan secara terbuka sebagai bagian dari upaya meningkatkan reputasi dan daya saing Fakultas.

Berita Terkait