Dorong Kinerja Unggulan, FE UIN Malang Gelar Sosialisasi IKI Dosen dan Tenaga Kependidikan

Fakultas Ekonomi Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Indikator Kinerja Individu (IKI) bagi seluruh tenaga pendidik (dosen) dan tenaga kependidikan (tendik) di Fakultas Ekonomi. Kegiatan ini berlangsung pada Jumat (28/8/2026) secara daring melalui platform Zoom Meeting.

Dekan Fakultas Ekonomi UIN Malang, Dr. H. Misbahul Munir, Lc., M.EI. menegaskan bahwa penyelarasan indikator kinerja individu ini sangat krusial bagi pencapaian target institusi secara menyeluruh.

“Sosialisasi IKI ini sangat penting untuk menunjang IKU Universitas, di mana aturan IKI ini akan berlaku resmi untuk periode 2026 hingga 2029,” ujar Misbahul Munir dalam pembukaannya.

Sosialisasi ini menghadirkan dua narasumber, yaitu Dr. Segaf, M.Sc. dan Bintang Mahatma Muhammad, S.H., yang memaparkan implementasi IKI di lingkungan UIN Malang untuk periode 2026–2029. Dalam paparannya, narasumber menekankan pentingnya pemahaman terhadap pedoman SK Rektor nomor 1487 tahun 2026 sebagai acuan utama bagi dosen dan tenaga kependidikan dalam menyusun target kinerja secara presisi serta melaporkan capaian kinerja dengan penuh integritas.

Dalam paparan utamanya, Dr. Segaf, M.Sc. menjelaskan bahwa skema penilaian IKI dirancang untuk memberikan kesempatan penambahan bobot kinerja maksimal hingga 120 persen. Pendekatan ini mendorong dosen untuk fokus pada kinerja unggulan di luar Beban Kerja Dosen (BKD) rutin, serta mengajak tendik berkontribusi lebih luas di luar tugas operasional harian.

“Kampus memberikan ruang pencapaian kinerja hingga 120 persen untuk dosen dan tendik. Bagi dosen, terdapat beberapa indikator kinerja utama yang berbeda dibanding sebelumnya, salah satunya adalah konvergensi Tridharma—sehingga kegiatan pendidikan, penelitian, dan pengabdian tidak lagi berdiri sendiri-sendiri, melainkan menyatu (blended),” terang Dr. Segaf.

Secara terperinci, peta bobot IKI Dosen mencakup lima indikator utama, yaitu capaian SKP, inovasi pembelajaran, produktivitas bereputasi, riset & pengabdian berdampak, dan kontribusi pada reputasi global.

Sementara itu, Bintang Mahatma, S.H. menambahkan penjelasan detail terkait rubrik IKI untuk Tenaga Kependidikan yang juga dirancang dengan batas bobot maksimal 120 persen, yang terdiri dari capaian SKP, kehadiran & mutu layanan, kompetensi profesional, partisipasi aktif dalam program prioritas universitas, dan kompetensi khusus.

Melalui sosialisasi ini, Fakultas Ekonomi UIN Malang berharap seluruh dosen dan tenaga kependidikan dapat segera menyesuaikan perencanaan kinerjanya, sehingga mampu memberikan kontribusi optimal bagi penguatan reputasi institusi.

Berita Terkait