Webinar The Power of Sadaqah

Rektor inspiratif,  Prof. Dr. Abd. Haris, MA, menghadirkan Jusuf Hamka sebagai pendiri  warung nasi kuning Rp 3000 dengan makan sepuasnya, dalam seminar nasional melalui webinar.  Pada sesi pembuka, Rektor UIN Malang menjelaskan pentingnya menggambil pelajaran dari pengusaha sukses  Jusuf Hamka. Jusuf Hamka patut dijadikan sebagai teladan dalam bersedekah.   Ia telah membuka warung makan untuk masyarakat dengan harga sangat murah dan hendak membangun 1000 masjid.  Islam menganjurkan sedekah  sebagai penolak bala dan solusi menghadapi berbagai problem di masa pandemi ini, jelas Rektor UIN Malang di pembuka webinar (Selasa,2/2/2021).

Webinar nasional dengan tema The Power of Sadaqah dihadiri lebih dari 250 orang  dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia maupun luar negeri. Webinar dipandu oleh  Prof. Dr. Nur Asnawi, MAg  sebagai moderator.  Banyakanya angka pengangguran terdidik dan penelitian  dampak sedekah  terhadap kelangsungan usaha  yang sangat significan  menjadi pengantar diskusi bagi pemateri.  Menurut Prof. Asnawi, insan akademik sudah  sangat akrab  dengan literasi sedekah.  Namun bagaimana konsep sedekah diimplementasikan oleh Jusuf Hamka menjadi sesuatu yang sangat menarik.

Jusuf Hamka kecil banyak ditolong oleh orang yang membeli daganan nasi kuning ibunya yang seharga Rp 3000/bungkus.  Muallaf Tionghoa asal Samarinda ini hampir 10 tahun berjualan  es mambo dan kacang goreng  di pelataran Masjid Istiqlal Jakarta.   Ia berazam, jika menjadi pengusaha sukses akan mambantu orang lain sebagaimana ia sering rasakan pada kehidupan masa lalunya.   Setelah menjadi pengusaha sukses, mulai  2011 ia memberi 1000 nasi kotak/hari untuk berbuka selama bulan puasa penuh dan berlangsung hingga kini.  Kegiatan sedekah berlanjut dengan membuka warung nasi kuning seharga Rp 3000/kotak yang ia beli dari warung sekitarnya dengan harga Rp 20.000/kotak.   Menurutnya, dengan mematok harga Rp. 3000 akan memberi kesempatan orang lain untuk bersedekah.  Anggaran Rp 2 miliar yang ia siapkan hanya menghabiskan Rp 10 juta selama 4 bulan, karena banyaknya donasi partisipan.  Jusuf Hamka kini berencana akan membangun 1000 buah masjid, 4 masjid terealisasi dengan arsitektur Betawi-Tionghoa.  Sedekah nasi bungkus dan wakaf masjid yang ia bangun banyak menyerap tenaga kerja dan menghidupkan ekonomi masyarakat sekitarnya.  Menurutnya,  sedekah adalah ibadah.  Jika mau bersedekah jangan transaksional dengan mengharap ganti yang lebih besar, ikhlaskan saja, kata Direktur PT Citra Marga Nusaphala Persada (CMNP), Jalan Yos Sudarso, Jakarta Utara, Jusuf Hamka.  Nara sumber yang inspiratif (us).