Prof. Sani: Peluang Ekonomi Syariah Semakin Terbuka

Prof. Sani

Perkembangan ekonomi syariah global yang semakin cepat perlu direspon oleh masyarakat muslim di Indonesial. Berdasarkan data dari State of Global Islamic Economy Report (SGIE) 2020/2021, terlihat bahwa Negara Indonesia menduduki peringkat ke-4 untuk Industry Halal Food (makana halal), peringkat ke-6 di sektor Financial Islamic (keuangan islam), dan peringkat ke-6 untuk bidang Moslem Friendly Travel.  Global Islamic Economy Report adalah lembaga riset keuangan internasional yang berpusat di Dubai Uni Emiat Arab. Demikian yang dikemukan oleh Prof. Dr. Achmad Sani Supriyanto, SE, M.Si, Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Ka.Prodi S2 Ekonomi Syariah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, dalam paparan sebagai nara sumber, kegiatan “Workshop Perubahan Nama Fakultas Ekonomi dan llmu Sosial Menjadi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam”, di UIN Sulthan Syarif Kasim, Riau, hari Kamis, Tanggal 28 Juli 2022.

Masih berdasarkan berdasarkan dari data yang dirilis oleh State of Global Islamic Economy Report (SGIE) 2020/2021, pada tahun 2024 sektor makanan halal diperkirakan akan tumbuh sebesar 3,5% yaitu senilai 1,38 triliun dolar AS, sementara fesyen muslim (pakaian muslim) akan tumbuh 2,4% atau sebesar 311 miliar dolar AS. Demikan juga adanya peningkatan atas permintaan produk halal. Hal ini sejalan dengan peningkatan populasi muslim global yang mencapai 1,9 miliar pada 2019 dan diprakirakan akan tumbuh dua kali lebih cepat dari populasi dunia secara keseluruhan. Populasi umat muslim akan mencapai 3 miliar pada 2060 atau meningkat 70% dari tahun 2015 yang nantinya akan mewakili 31% dari total populasi dunia. Sementara itu yang menarik  adalah diperkirakan pada tahun 2050 populasi muslim akan mengalami peningkatan yang didominasi oleh kaum muda,dengan 60% berusia 15-59 tahun sementara 24% dibawah usia 15 tahun.

Menurut Prof Sani peluang ekonomi syariah di Indonesia juga semakin terbuka setelah Pemerintah Indonesia melalaui kebijakan “Master Plan Ekonomi Syariah 2019-2024”. Dimana pemerintah akan memberikan dukungan secara ekonomi untuk pengembangan empat (4) sector unggulan, seperti :  (1). sector industry halal, (2). sector industri keuangan syariah, (3). sektor zakat, infak, dan (4). sektor UMKM syariah. Peluang pasar di Indonesia saat ini juga semakin besar dengan jumlah 180 jutaan masyarakat muslim, yang pastinya akan membutuhkan makanan halal, pariwisata halal, serta hotel syariah, dan produk halal lainnya, yang pastinya akan menjadi market place atau peluang bisnis yang besar untuk diraih.

Kegiatan workshop ini dibuka oleh Dr. Hj. Mahyarni, SE, MM, Dekan Fakultas Ekonomi dan llmu Sosial (FEIS), UIN Sulthan Syarif Kasim, Riau, dimoderatori oleh Dr. Hj. Putriana, SE, MM, dihadiri oleh para Wakil Dekan, para Ketua Jurusan dan Sekretaris Jurusan serta para Dosen, untuk menyamakan persepsi dan mempersiapkan perubahan nomenklatur penamaan dari Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial (FEIS) menjadi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI). (San)