Pentingnya Novelty dalam Artikel Jurnal

Malang, 4-5 Agustus 2022, Prof. Dr. Achmad Sani Supriyanto, SE., M.Si. Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Kaprodi S2 Ekonomi Syariah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Wahibur Rokhman, SE, M.Si, Ph.D, Editor in Chief Jurnal QIJIS Scopus Q1 dan Muhammad Mustaqim sebagai Co Editor dimandat untuk menjadi narasumber dalam kegiatan Coaching Clinic: Penulisan Artikel Jurnal Internasional Berepitasi bagi para dosen di Pascasarjana UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Kegiatan ini diikuti sekitar 30 dosen, bertempat di Gedung C Lantai-3 Homestay UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.

Prof. Dr. Achmad Sani Supriyanto, SE, M.Si, menekankan pentingnya jumlah publikasi dosen di jurnal internasional bereputasi. Menurutnya untuk mendaftar di WCU rangking maka dibutuhkan 1.000 artikel yang telah terpublish di Scopus. Sementara jumlah artikel sampai juni 2022 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang masih sekitar 599 artikel, artinya masih dibutuhkan sekitar 50% lagi agar bisa mendaftar di WCU Rangking. Di sisi lain agar artikel dosen dapat diterima di jurnal bereputasi, maka dibutuhkan kemampuan untuk menulis dengan baik, diantaranya artikel tersebut setidaknya mengandung research gap dan novelty.

Pembicara kedua adalah Editor In chief Jurnal  QIJIS Kudus, indeks Scopus Q1, SJR 0, 2, Wahibur Rokhman, Ph.D dan Muhammad Mustaqim. Beliau menekankan bahwa untuk menulis di jurnal QIJIS, maka perlu kesabaran dan dalam artikel tersebut ada kebaharuannya (novelty). Setiap tahun di jurnal QIJIS ada sekitar 700-an artikel yang masuk dan yang akan dipublikasikan hanya 16 artikel. Sehingga kalau artikel tersebut dianggap tidak ada kebaharuan maka akan ditolak.

Sebagai pembicara terakhir adalah Dr. Muhammad Mustaqim, M.A, Co-Editor Qijis dan editor beberapa jurnal terindeks sinta 1 dan 2. Dalam pemaparannya beliau menekankan ada novelty dalam menulis artikel. Selain itu jurnal yang akan dipilih hendaknya benar-benar jurnal yang bereputasi, bukan jurnal predator. Dipastikan juga bahwa artikel yang akan disubmit ke jurnal harus sesuai dengan scope dan issue yang terbaru jurnal yang dituju.