
Diskusi bulanan kajian integrasi keislaman Fakultas Ekonomi (FE) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang bulan ini mengangkat tema yang sangat krusial dan dinamis: “Zakat, Wakaf, Filantropi Produktif, dan Isu-Isu Riset Kontemporer”. Tema ini menjadi diskursus hangat yang berkembang di kalangan akademisi, praktisi, maupun penentu kebijakan dalam upaya optimalisasi dana umat.
Hadir sebagai pemateri dalam kajian ini, Prof. Dr. H. Nur Asnawi, M.Ag., dan Eko Suprayitno, Ph.D., pada Jumat (24/04). Dalam paparannya, kedua pemateri menawarkan berbagai konsep integrasi tata kelola zakat dan wakaf yang berorientasi pada profit maupun sosial untuk menyelesaikan problematika di lapangan.
Mengutip laporan BAZNAS 2025, realisasi zakat pada tahun tersebut baru mencapai angka 10-20% dari potensi yang ada. Di sisi lain, kemajuan teknologi seperti fintech, blockchain, hingga Artificial Intelligence (AI) telah banyak diadopsi dalam riset-riset internasional. Seharusnya, kemudahan teknologi ini mampu mendorong niat para muzakki untuk menunaikan kewajibannya, namun kenyataannya, realisasi potensi zakat masih jauh dari harapan.
Menurut Prof. Asnawi, faktor utama yang menjadi penghambat adalah trust deficit atau krisis kepercayaan pada kelembagaan zakat. Untuk memutus rantai masalah ini, pemateri menekankan pentingnya profesionalisme pengelolaan, akuntabilitas data, serta akurasi dan transparansi pelaporan perolehan maupun distribusi.
Menanggapi diskusi yang berkembang, Dr. H. Ahmad Djalaluddin, Lc., M.A. memberikan catatan strategis mengenai pentingnya langkah lanjutan dari hasil-hasil penelitian yang telah dilakukan oleh sivitas akademika, mulai dari jenjang S1 hingga S3.
“Diskusi ini sangat menarik dan perlu langkah konkret sebagai tindak lanjut. Kita terinspirasi untuk segera menggelar diseminasi hasil penelitian tentang zakat yang telah dihasilkan oleh mahasiswa maupun dosen Fakultas Ekonomi, khususnya dari program S2 dan S3 Ekonomi Syariah. Hasil riset ini tidak boleh berhenti di perpustakaan, tapi harus menjadi solusi nyata,” ungkap Ahmad Djalaluddin.
Sebagai langkah nyata untuk menyambungkan dunia akademik dan praktisi, Fakultas Ekonomi berencana mengundang berbagai Lembaga Amil Zakat (LAZ) serta BAZNAS di wilayah Malang Raya maupun Jawa Timur. Sinergi ini diharapkan mampu mentransformasikan rekomendasi penelitian menjadi kebijakan pengelolaan zakat yang lebih kredibel.
Diskusi rutin integrasi keislaman ini dihadiri oleh dosen Fakultas Ekonomi baik secara offline maupun online. Forum berakhir dengan sesi dialog yang dinamis, membawa harapan baru agar tawaran solusi holistik yang dihasilkan dapat mengangkat capaian perolehan zakat nasional. Sukses Jumat Berkah! (us)







