
Di tengah masifnya transformasi digital di dunia akademik, Dewan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ekonomi (DEMA FE) mengambil langkah proaktif dengan sukses menggelar Pelatihan Kepenulisan Artikel Berbasis Artificial Intelligence (AI) pada Kamis (21/5). Bertempat di Auditorium Gedung D yang dipadati antusiasme peserta, kegiatan yang berlangsung maraton sejak pukul 07.30 hingga 11.30 WIB ini berhasil mempertemukan 114 mahasiswa dari berbagai program studi. Agenda ini dirancang sebagai respons strategis dan solusi konkret atas tantangan zaman, dengan tujuan utama membekali mahasiswa agar mampu menyusun karya tulis ilmiah secara efektif, inovatif, dan bijak tanpa kehilangan esensi orisinalitas ide di tengah banjirnya teknologi kecerdasan buatan.
Dalam sambutannya, Ketua Pelaksana sekaligus Ketua DEMA FE, Muhammad Iqbal Agustiawan, menekankan pentingnya integrasi teknologi secara cerdas agar mahasiswa tidak terjebak dalam budaya instan asal salin (copy-paste) yang dapat merusak integritas akademik. Inisiatif progresif dari organisasi kemahasiswaan ini mendapat apresiasi tinggi dari Wakil Dekan III Fakultas Ekonomi, Zaim Mukaffi, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut. Beliau memuji komitmen DEMA FE yang dinilai semakin kreatif, inovatif, serta sangat adaptif dalam merespons dinamika perubahan zaman demi meningkatkan daya saing mahasiswa. Beliau berharap, untuk kegiatan-kegiatan ormawa yang lain dibawah fakultas ekonomi seperti kegiatannya Sema, HMPS dan KSM juga melakukan kegiatan akademik maupun non-akademik yang adaptif terhadap kebutuhan zaman
Memasuki sesi inti yang dipandu oleh moderator, suasana semakin dinamis saat Ahmad Tibrizi Soni Wicaksono, S.E., M.E., hadir sebagai narasumber utama untuk mengupas tuntas metodologi kepenulisan modern berbasis kecerdasan buatan. Dalam pemaparannya yang komprehensif, pakar ekonomi sekaligus akademisi ini menegaskan pentingnya menjaga kedaulatan berpikir dan nalar kritis mahasiswa di era digital. “Teknologi AI dapat menjadi alat bantu yang sangat bermanfaat dalam proses akselerasi kepenulisan artikel, namun mahasiswa tetap harus mengedepankan kreativitas, kedalaman pemahaman materi, serta kemampuan berpikir kritis agar karya yang dihasilkan tetap orisinal, berkualitas, dan memiliki nilai akademik yang tinggi,” ujarnya secara tegas di hadapan ratusan audiens.
Tidak sekadar mendengarkan pemaparan teori yang abstrak, sebanyak 114 peserta yang hadir langsung ditantang ke dalam sesi praktik atau workshop interaktif berskala intensif. Pada sesi ini, fokus utama diarahkan pada strategi pengembangan isi (content development) serta teknik merumuskan perintah (prompting) yang presisi demi memastikan bahwa draf tulisan tetap mempertahankan orisinalitas tinggi dan terbebas dari jerat plagiarisme. Melalui bimbingan langsung, para mahasiswa diajarkan cara melakukan kurasi data, validasi informasi dari sumber AI, serta penyelarasan ide secara mandiri agar struktur argumen dan bobot ilmiah dari artikel yang mereka susun tetap terjaga secara akuntabel. Kegiatan yang berjalan dua arah ini ditutup dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang sangat hidup, di mana para peserta memanfaatkan momentum berharga tersebut untuk mengonsultasikan kendala teknis penulisan mereka langsung kepada narasumber. Melalui penyelenggaraan pelatihan yang berkualitas ini, DEMA FE berharap dapat mencetak generasi akademisi muda Fakultas Ekonomi yang tidak hanya menjadi pengguna teknologi yang pasif, melainkan mampu mengolaborasikan kecerdasan buatan dengan nalar kritis yang tajam. Sinergi ini diharapkan dapat melahirkan publikasi ilmiah serta karya-karya akademik yang tidak hanya inovatif, tetapi juga kompetitif di tingkat nasional maupun internasional.







