MIU Login

Research Group Discussion Bersama Prof. Ullrich dan Mario Guenther

Mario Guenther, putra Prof. Ullrich Guenther dalam Research Group Discussion bersama dosen Akuntansi dan Perbankan via Zoom Meeting

“Do not only focus on academic studies but also you have strong leadership and society”. Itulah pesan moral dari Prof. Ullrich pada saat membuka RGD (Research Group Discussion) bersama para dosen Akuntansi dan Perbankan Syariah di Meeting Room Fakultas Ekonomi, Rabu (10/03). Beliau menambahkan bahwa pentingnya internasiolasisasi konteks pengajaran saat ini sebagai perbandingan dan referensi antar budaya. “Rileks dan enjoy saja jika berkesempatan belajar di luar negeri, yang penting anda memiliki soft skill dan capability.” tuturnya

Kaprodi Perbankan Syariah Dr. Yayuk Sri Rahayu, M.M. pada sesi tanya jawab menanyakan perihal banyaknya mahasiswa, dosen, dan staf yang kesulitan dalam hal biaya hidup sehari-hari ketika di luar negeri, pun juga mereka yang belajar di Indonesia juga sering mengalami kurangnya pendanaan. “Bagaimana solusinya ini Prof., karena merekapun juga terkendala dengan cultural behavior (perbedaan perilaku budaya)?”.

Prof. Ullrich menjawab harus ada optimisme yang besar bagi mereka karena menurut beliau Indonesia sebaga negara besar dengan penduduk lebih dari 240 juta jiwa mempunyai potensi besar dalam hal sumber daya manusia, kemudian untuk masalah kurangnya pendanaan memang juga hal yang lumrah dan bisa diantisipasi dengan bekerja secara part time.

Sesi diskusi berlanjut melalui Zoom Meeting dengan narasumber kedua Mario Guenther yang merupakan putra Prof. Ullrich. Sesi ini bertemakan pajak. Mario Guenther bercerita bahwa pajak di Jerman dipungut oleh pemerintah federal, negara bagian serta kota. Dasar hukum ditetapkan dalam Konstitusi Jerman (Grundgesetz) yang menjabarkan prinsip-prinsip dasar yang mengatur hukum perpajakan. Beliau juga menyinggung masalah Brexit. Brexit adalah singkatan dari Britain Exit, yang mengacu pada keputusan Inggris untuk meninggalkan Uni Eropa. Prosesnya dimulai pada 23 Juni 2016 setelah referendum, dimana 51,9% pemilih yang berpartisipasi setuju dengan Brexit. Setelah pengumuman Brexit, Pondsterling terdrepresiasi. Sehingga ini juga menimbulkan dampak ekonomi yang signifikan terhadap Jerman, sambung pria pemilik perusahaan asuransi yang menjadi salah satu sponsorship klub Bundesliga Hannover FC ini. [idr]

Berita Terkait