MIU Login

Pengabdian di Desa Lecari: Dorong Diversifikasi Produk Kedelai dan Sinergi dengan UMKM Tempe

Pekerjaan dosen seolah tidak ada matinya. Meski libur mengajar mahasiswa karena pergantian semester, dosen tetap melakukan pengabdian kepada masyarakat sebagai bentuk kewajiban menjalankan program tridharma perguruan tinggi dalam bentuk pengabdian. Ada banyak manfaat program pengabdian dosen kepada mayarakat. Diantaranya, meningkatkan kualitas dosen, memperluas jaringan/relasi, dan ikut berperan dalam membangun masyarakat.

Desa Lecari di Sukorejo, Kabupaten Pasuruan menjadi salah satu desa sasaran dosen untuk menjalankan program pengabdian masyarakat. Desa Lecari terkenal menjadi sentra pengrajin tempe di Kabupaten Pasuruan. Setiap harinya, hampir 1 ton kedelai dioleh menjadi tempe oleh 25 pengrajin dengan berbagai merk dagang. Dalam sambutannya, Kepala Desa Lecari, Didik Sugiarto, berharap ada diversifikasi produk makanan dengan bahan dari kedelai di desanya. 

Sementara itu, Ketua kelompok pengabdian masyarakat Dr. Yayuk Sri Rahayu, MM dan Feri Dwi Riyanto, M.E. menjelaskan, pentingnya membangun relasi antara masyarakat dengan lembaga pendidikan agar transfer berbagai pengetahuan / keterampilan baru dapat diperoleh oleh UMKM pengrajin tempe di Desa Lecari. Dalam sesi ini dijelaskan berbagai fakultas dan program yang ditawarkan oleh UIN Maulana Malik Ibrahim Malang (14/7/25). Ada hal yang menarik dari pengalaman para pengrajin tempe di Desa Lecari yang telah berjalan lebih dari 25 tahun. Mereka terlihat guyub dan saling membantu sesama pengrajin meski produk yang dihasilkan tergolong sama. Berdasarkan pengamatan di lapangan, perlu adanya diversifikasi produk pangan berbahan kedelai dengan melibatkan masyarakat, bekerjasama dengan produsen tempe yang ada. Demikian juga, para pengrajin tempe perlu diberi motivasi untuk membentuk produk baru selain tempe agar pendapatan dan kesejahteraanya semakin meningkat (us).

Berita Terkait