
Laboratorium Perbankan Syariah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang melakukan benchmarking penataan dan pengelolaan sistem manajemen laboratorium perbankan di UIN Walisongo pada Senin (05/06/2023). Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Walisongo Semarang mempunyai beberapa laboratorium, antara lain Laboratorium Mini Bank, Laboratorium Akuntansi, Laboratorium Pasar Modal, Laboratorium Kewirausahaan, Laboratorium Komputer, dan yang terbaru terdapat Laboratorium Manajemen Zakat. Benchmarking ini dilakukan untuk mengetahui lebih dalam mengenai penataan dan pengelolaan sistem manajemen dengan menggunakan teknologi yang modern.
Tim dari UIN Malang disambut dengan baik oleh Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kelembagaan FEBI UIN Walisongo, Dr. H. Nur Fatoni, M.Ag. beserta Kaprodi Perbankan Syariah, Heny Yuningrum S.E., M.Si. Beliau merasa bahagia mendapatkan kunjungan dari Laboratorium Perbankan Syariah FE UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Dalam sambutannya, Heny Yuningrum menyampaikan bahwa beberapa laboratorium yang ada di FEBI UIN Walisongo mendapatkan hibah dari perbankan, hingga BAZNAS pusat. Pengelolaan yang terstruktur dan rasa saling percaya membuat peningkatan modal dari dana hibah yang diberikan semakin tahun semakin bertambah. Dan awal yang hanya 15 juta, pada tahun pertama meningkat menjadi 35 – 40 juta, bahkan setelah beberapa tahun dana hibah yang didapat mengalami peningkatan hingga ratusan juta dengan memberikan tambahan modal usaha bagi masyarakat yang tidak mampu.
Selanjutnya, tim Laboratorium Perbankan Syariah UIN Malang diberikan arahan secara mendetail mengenai sistem manajemen dan tata kelola dari laboratorium yang ada di FEBI UIN Walisongo. Sembari diajak berkeliling menuju laboratorium-laboratorium yang dimiliki oleh mereka, anggota Lab. Perbankan Syariah juga diajak untuk mencoba fasilitas yang tersedia. Hampir secara keseluruhan fasilitas pada laboratorium yang dimiliki oleh FEBI UIN Walisongo telah mengikuti perkembangan sistem digitalisasi layaknya tata kelola dari industri perbankan. Mulai dari penataan mesin nomor, ruang tunggu hingga ruangan back office yang didesain semirip mungkin selayaknya sebuah bank asli. Hal ini juga didukung oleh perangkat komputer dan digital yang canggih untuk memudahkan mahasiswa untuk melaksanakan praktikum secara langsung seperti halnya yang ada di perbankan syariah umumnya. [sl/ge]







