
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia bekerjasama dengan FE UIN Malang menyelenggarakan edukasi inklusi keuangan di era digital, (Kamis, 7/9/2023). Hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan dari OJK, BEI dan Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI). Sosialisi ini dikemas dalam kegiatan bertajuk Ngopi Kuy! Ngobrol Pintar Seputar Keuangan Yuk! Analis Senior Deputi Direktur Perencanaan, Pengembangan, Evaluasi Literasi dan Edukasi Keuangan OJK, Kepala Kantor Perwakilan BEI Jawa Timur, dan Wakil Ketua Bidang Edukasi Literasi dan Riset AFPI memberikan paparan pentingnya pengetahuan literasi keuangan di era digital bagi generasi muda khusunya mahasiswa. Perkembangan teknologi meniscayakan tumbuh kembangnya industri keuangan dengan memanfaatan berbagai fasilitas kemudahan melalui teknologi digital. Namun, kurangnya pengetahuan literasi keuangan di era digital dapat terjerumus pada jebakan kejahatan keuangan digital.
Berbagai materi literasi keuangan dengan menggunakan fasilitas teknologi dijelaskan secara gamblang oleh OJK, IDX, dan AFPI. Analis Senior Deputi Direktur Perencanaan, Pengembangan, Evaluasi Literasi dan Edukasi Keuangan dari OJK, Anugerah Sutejo, menjelaskan pentingnya literasi keuangan dan perlindungan konsumen di era keuangan digital. Pengenalan tugas dan wewenang OJK sesuai undang-undang nomor 21 tahun 2011 dan penguatan peran OJK dalam UU nomor 4 tahun 2023 terkait perluasan tugas pengaturan dan pengawasan OJK dijelaskan dalam sosialisi ini. Perkembangan dan tantangan keuangan digital, pentingnya literasi keuangan digital, risiko perlindungan keuangan di era digital, berbagai modus kejahatan di era keuangan digital, pentingnya generasi memahami literasi keuangan diera digital, mitigasi kejahtan keuangan digital, serta peran OJK dalam mendukung partisipasi generasi muda di era Society 5.0 melalui peningkatan literasi keuangan dijelaskan dalam seminar ini.
Sementara itu, Kepala Kantor Perwakilan BEI Jawa Timur, Dewi Sriana Rihantyasni, menjelaskan investasi di pasar modal Indonesia. Berbagai produk finansial di pasar modal, berbagai saham perusahaan yang tercatat di BEI, digitalisasi pasar modal Indonesia, pemanfaata data BEI melalui IDX Mobile, bagaimana mahasiswa dapat menjadi investor di pasar modal menjadi fokus paparan materi. Sedangkan Wakil Ketua Bidang Edukasi, Literasi dan Riset AFPI, CEO Lumbung Dana, Yoga Mahesa, mejelaskan pentingnya mahasiswa mengetahui keuangan digital. Pinjol legal (fintech pendanaan bersama), model bisnis fintech, perkembangan fintech, peluang industri fintech, kesiapan industri fintech, strategi industri fintech dalam meningkatkan literasi keuangan digital, manfaat fintech, mitigasi risiko, berbagai produk layanan fintech untuk mahasiswa, serta berbagai ciri pinjol ilegal dibahas dalam forum ini.
Seminar edukasi literasi keuangan digital dihadiri sekitar 500 mahasiswa. Hadir juga Ketua Senat UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Wakil Rektor II, Dekan FE UIN Malang beserta dosen hadir dalam sosialisasi yang dilakukan di Gedung Rektorat lantai 5 ini. (us).







