Koordinasi Awal Perkuliahan: Bahas Penguatan Akademik hingga Kualitas Lulusan

Menyambut agenda perkuliahan Tahun Akademik 2026/2027, Fakultas Ekonomi Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang menyelenggarakan rapat koordinasi awal perkuliahan. Kegiatan ini berlangsung di Auditorium FE Lantai 3 pada Jumat (7/8/2026) dan dihadiri oleh jajaran pimpinan rektorat, dekanat, ketua program studi, dan para dosen di lingkungan Fakultas Ekonomi.

Rapat koordinasi dibuka oleh Wakil Dekan 1 Bidang Akademik, Dr. Meldona, S.E., M.Si., Ak., CA., yang menyampaikan berbagai capaian serta agenda strategis selama semester berjalan. Beberapa poin penting yang disoroti meliputi pengajuan proposal pembukaan dua program studi baru (S1 Ekonomi Syariah serta S1 Manajemen Haji dan Umrah), pelaksanaan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), penyambutan mahasiswa baru, persiapan perwalian, pembaruan buku pedoman akademik, hingga agenda konferensi internasional International Conference on Economics, Business, and Islamic Finance (ICONIES). Selain itu, beliau juga menekankan pentingnya peningkatan suasana akademik dosen melalui kajian integrasi keislaman, pencapaian IKI dan IKU, kontribusi dosen terhadap reputasi institusi, serta target sertifikasi dan akreditasi internasional prodi.

Menanggapi paparan tersebut, Dekan Fakultas Ekonomi, Dr. H. Misbahul Munir, Lc., M.EI., memaparkan sejumlah program unggulan yang berhasil dicapai fakultas. Salah satu yang paling menonjol adalah program afirmasi publikasi karya ilmiah dosen yang melonjak secara signifikan.

“Melalui program afirmasi, terjadi kenaikan signifikan dari yang sebelumnya 46 karya ilmiah menjadi 110 karya ilmiah yang berhasil terpublikasi di jurnal terakreditasi Sinta 1 hingga Sinta 5. Selain itu, empat jurnal yang dikelola Fakultas Ekonomi saat ini sudah berhasil meraih status akreditasi Sinta 2,” ungkap Dr. Misbahul Munir.

Dekan juga menambahkan bahwa pihak fakultas terus mendorong digitalisasi layanan akademik mahasiswa, penguatan pendampingan UMKM melalui Laboratorium Halal, serta peningkatan jumlah dosen dan tenaga kependidikan (tendik) yang tersertifikasi, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Hadir memberikan arahan, Wakil Rektor 1 Bidang Akademik, Drs. Basri, M.A., Ph.D., menekankan pentingnya mempertahankan identitas lembaga melalui mata kuliah keuniversitasan, khususnya materi integrasi keislaman. Beliau mendorong adanya konvergensi dalam pengajaran materi perkuliahan, sembari mengingatkan agar fokus perguruan tinggi tidak semata-mata mengejar nilai pemeringkatan.

“Pemeringkatan institusi tidak boleh dijadikan sebagai satu-satunya target dalam pembelajaran yang justru berdampak pada terkorbankannya kualifikasi mahasiswa yang dihasilkan. Jangan sampai ada ketimpangan antara simbol institusi dengan kualitas nyata lulusan kita,” tegas Drs. Basri.

Menambahkan dari perspektif kelembagaan dan regulasi, Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Pengembangan Lembaga, Prof. Dr. H. M. Abdul Hamid, M.A., mengingatkan batas aturan penyelenggaraan pendidikan di perguruan tinggi keagamaan.

“Sesuai dengan regulasi Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas), porsi pengajaran ilmu non-keagamaan pada perguruan tinggi keagamaan Islam dibatasi maksimal 20 persen. Hal ini penting untuk menjaga keseimbangan dan esensi kekhasan kampus keislaman kita,” jelas Prof. Abdul Hamid.

Sebagai penutup rangkaian rapat koordinasi, Fakultas Ekonomi memberikan apresiasi khusus dengan menyerahkan penghargaan kepada para dosen favorit pilihan mahasiswa di masing-masing program studi. Penghargaan ini diharapkan menjadi pendorong semangat bagi seluruh sivitas akademika untuk terus meningkatkan kualitas pengajaran pada semester yang akan datang.

Berita Terkait