FE UIN Malang Matangkan Persiapan PBAK 2026: Tekankan Pendekatan Humanis dan Bebas Perpeloncoan

Menjelang pelaksanaan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) tahun 2026, jajaran pimpinan Fakultas Ekonomi Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar rapat koordinasi persiapan. Rapat ini memfokuskan evaluasi dan perumusan konsep PBAK agar berjalan lebih edukatif, humanis, dan tidak membebani mahasiswa baru (maba).

Dekan Fakultas Ekonomi UIN Malang, Dr. H. Misbahul Munir, Lc., M.EI., dalam arahannya, meminta secara khusus saran dan masukan dari Ketua Program Studi dan Sekretaris Prodi yang bersinggungan langsung dengan mahasiswa. Beliau menegaskan bahwa kegiatan PBAK harus tepat sasaran dan tidak melenceng dari tujuan awal, serta terbebas dari praktik bullying (perundungan) maupun pemberian sanksi yang tidak mencerminkan esensi pendidikan.

“Ketika awal mengenal kampus, berikan kesan yang baik dan positif kepada mereka. PBAK ini harus bisa lebih humanis. Sikap sok sangar dan ditakuti itu tidak dibutuhkan oleh mahasiswa. Kita harus membantu mereka bisa menempatkan diri dan beradaptasi,” tegas Dekan.

Lebih lanjut, Misbahul Munir juga mengingatkan akan latar belakang mahasiswa baru yang beragam. Mengingat sebagian maba mungkin belum pernah tinggal di pondok pesantren sebelumnya, panitia diminta untuk tidak memberikan tekanan yang bisa menimbulkan trauma. Padatnya kegiatan Ma’had (pesantren kampus) dipadukan dengan jadwal PBAK tentu menjadi beban berat bagi maba jika tidak didesain dengan baik.

“Rata-rata, saat pembukaan PBAK banyak yang tertidur karena kelelahan bergadang mengerjakan tugas yang sangat banyak dan menyita waktu. Oleh karena itu, tugas harus ramah dan tidak membebani. Sebaliknya, kita siapkan tugas yang lebih mengedukasi,” tambahnya.

Senada dengan Dekan, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Zaim Mukaffi, M.Si., juga menggarisbawahi perlunya penyederhanaan tugas bagi mahasiswa baru. “Penugasan mahasiswa baru tidak boleh membebani dan harus ditekankan pada aspek humanis. Karena itu, masukan langsung dari tiap-tiap program studi sangat kami butuhkan,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Zaim turut menyampaikan hasil koordinasi dengan Wakil Rektor 3 terkait materi pembinaan. Ia menginformasikan bahwa pelaksanaan PBAK Fakultas akan digelar pada Sabtu dan Ahad, 22-23 Agustus 2026. Kegiatan pendalaman materi akan diserahkan langsung ke program studi masing-masing.

“Sesuai arahan, kita dititipi kegiatan pembinaan langsung kepada mahasiswa untuk mencegah isu-isu bullying, LGBT, seks bebas, dan sebagainya. Penjelasan topik sudah ada, tetapi masih sangat memungkinkan untuk diperbaiki melalui masukan-masukan baru. Intinya, tugas harus seminimal mungkin sebelum kita mengadakan pertemuan teknis dengan panitia mahasiswa dari DEMA,” jelas Zaim.

Tidak hanya fokus pada substansi materi dan tugas, aspek kesehatan serta kesejahteraan fisik mahasiswa baru juga menjadi perhatian serius dalam rapat ini. Kepala Bagian Tata Usaha Fakultas Ekonomi, Hilmy, S.H., secara khusus mengingatkan panitia terkait manajemen waktu, khususnya jam makan.

“Mohon pastikan sarapan pagi diberikan waktu yang cukup bagi mahasiswa. Hal ini krusial karena waktu dan jadwal kegiatan mereka selama PBAK sangat padat,” pesan Kabag TU.

Melalui rapat koordinasi ini, Fakultas Ekonomi UIN Malang berkomitmen kuat untuk menyelenggarakan PBAK 2026 yang ramah, aman, dan berkesan, sekaligus mengantarkan mahasiswa baru menjadi insan akademis yang berkarakter unggul tanpa harus melewati tekanan yang tidak perlu.

Berita Terkait