UIN Malang Dorong UMKM Desa Ngantru “Naik Kelas” di Era Digital dan Berkelanjutan

Trenggalek — Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang terus memperkuat kontribusinya dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Program tersebut mengusung tema “Penguatan Kapasitas Usaha Mikro Berbasis Keuangan Digital dan Ekonomi Sirkular dalam Mendukung Kemandirian serta Lingkungan Berkelanjutan pada Komunitas Usaha Mikro di Desa Ngantru Kabupaten Trenggalek.”

Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan melalui kolaborasi UIN Malang dengan komunitas UMKM TDA Kabupaten Trenggalek, dengan fokus pada peningkatan kapasitas pelaku usaha mikro agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, memperkuat pengelolaan usaha, sekaligus menerapkan prinsip ekonomi yang lebih ramah lingkungan. Tim pengabdian UIN Malang terdiri atas Feri Dwi Riyanto, ME., selaku Ketua Tim, bersama anggota Dr. Irmayanti Hasan dan Rahmatullah Salis. menegaskan bahwa transformasi digital menjadi salah satu faktor penting dalam mendorong UMKM agar mampu berkembang dan memiliki daya saing yang lebih kuat.

“UMKM harus naik kelas di era digital. Naik kelas bukan hanya berarti meningkatkan omzet, tetapi juga bagaimana pelaku usaha mampu mengelola keuangan secara lebih profesional, memanfaatkan teknologi digital, memperluas pasar, serta membangun usaha yang berkelanjutan,” ujar Feri. Menurutnya, perkembangan teknologi memberikan peluang yang semakin luas bagi pelaku usaha mikro. Digitalisasi dapat dimanfaatkan mulai dari pencatatan dan pengelolaan keuangan, transaksi pembayaran, pemasaran digital, komunikasi dengan pelanggan, hingga perluasan akses pasar.

Namun demikian, digitalisasi harus diikuti dengan peningkatan kapasitas pelaku usaha. Literasi keuangan dan kemampuan menggunakan teknologi menjadi fondasi penting agar transformasi digital benar-benar memberikan dampak terhadap keberlangsungan usaha. “Kita tidak ingin UMKM hanya menjadi pengguna teknologi. Mereka harus mampu memanfaatkan teknologi sebagai instrumen untuk mengambil keputusan bisnis, meningkatkan efisiensi, memperluas pasar, dan membangun kemandirian usaha,” tambahnya.

Selain aspek keuangan digital, kegiatan pengabdian ini juga memperkenalkan konsep ekonomi sirkular kepada pelaku UMKM. Konsep tersebut mendorong pelaku usaha untuk lebih efisien dalam menggunakan sumber daya, mengurangi limbah, memanfaatkan kembali material yang masih memiliki nilai, serta menciptakan inovasi usaha yang lebih memperhatikan aspek lingkungan.

Pendekatan tersebut menjadi penting karena pengembangan UMKM tidak hanya berbicara mengenai pertumbuhan ekonomi, tetapi juga bagaimana aktivitas usaha dapat berjalan secara berkelanjutan. Melalui kegiatan ini, peserta mendapatkan penguatan kapasitas mengenai pengelolaan keuangan usaha, pemanfaatan teknologi digital, strategi pengembangan UMKM, serta penerapan prinsip ekonomi sirkular dalam aktivitas bisnis. Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui pemaparan materi, diskusi, serta berbagi pengalaman mengenai berbagai persoalan yang dihadapi pelaku usaha mikro dalam mengembangkan bisnisnya.

Bagi UIN Malang, kegiatan pengabdian ini merupakan bagian dari upaya menghadirkan dampak nyata perguruan tinggi bagi masyarakat, khususnya melalui penguatan ekonomi lokal. Kolaborasi dengan komunitas UMKM diharapkan dapat menjadi fondasi untuk membangun ekosistem usaha yang lebih kuat, adaptif terhadap teknologi, dan memiliki kepedulian terhadap keberlanjutan lingkungan.

Program pengabdian di Desa Ngantru diharapkan tidak berhenti pada kegiatan pelatihan, tetapi dapat dilanjutkan dengan pendampingan dan kolaborasi yang berkelanjutan. Dengan demikian, pengetahuan mengenai keuangan digital dan ekonomi sirkular dapat benar-benar diterapkan dalam aktivitas usaha sehari-hari. Dr. Irmayanti Hasan menambahkan bahwa keberhasilan UMKM naik kelas membutuhkan proses yang berkelanjutan. “UMKM naik kelas membutuhkan pengetahuan, kemampuan beradaptasi, inovasi, dan jejaring. Karena itu, perguruan tinggi memiliki peran untuk mendampingi masyarakat agar transformasi tersebut dapat berlangsung secara nyata dan berkelanjutan,” jelasnya.

Melalui sinergi antara UIN Malang, komunitas UMKM, pemerintah daerah, dan pelaku usaha, program ini diharapkan mampu mendorong lahirnya UMKM yang tidak hanya lebih digital dan produktif, tetapi juga mandiri, berdaya saing, dan peduli terhadap lingkungan. UMKM naik kelas, ekonomi lokal semakin kuat, dan keberlanjutan lingkungan menjadi bagian dari masa depan usaha.

Berita Terkait