MIU Login

Diskusi Rutin Seri Ke-2 FE UIN Malang Bahas Kepemimpinan dalam Perspektif Barat dan Islam

Diskusi rutin Fakultas Ekonomi Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang kembali digelar. Diskusi rutin yang digagas Forum Kajian dan Diskusi Integratif Ekonomi dan Bisnis Laboratorium Pengembangan Integrasi Agama dan Sains Fakultas Ekonomi ini memasuki seri ke-2. Kegiatan yang dilaksanakan pada Jumat, 13 Maret 2026 ini mengangkat tema “Kepemimpinan: Perspektif Barat dan Islam” dengan menghadirkan narasumber Prof. Dr. Siswanto, M.Si. Diskusi yang berlangsung secara daring via Zoom Meeting tersebut tidak hanya diikuti oleh dosen, tetapi juga oleh tenaga kependidikan.

Dalam pemaparannya, Prof. Siswanto menjelaskan bahwa dalam perspektif Barat, kepemimpinan umumnya dipahami sebagai proses memengaruhi orang lain untuk mencapai tujuan organisasi. Konsep ini menekankan aspek manajerial, kemampuan menggerakkan tim, membangun budaya kerja, serta mendorong inovasi dan perubahan.

“Dalam literatur Barat, kepemimpinan sering dipahami sebagai leadership is influence, yaitu kemampuan seorang pemimpin untuk memengaruhi orang lain agar bergerak menuju tujuan bersama,” jelas Prof. Siswanto.

Beliau juga memaparkan perkembangan teori kepemimpinan Barat yang mengalami evolusi dari masa ke masa, mulai dari gagasan Great Man Theory yang menekankan kepemimpinan sebagai bakat alami, hingga teori modern seperti transformational leadership dan servant leadership yang menekankan inspirasi, pelayanan, dan pengembangan manusia sebagai inti kepemimpinan.

Lebih lanjut, Prof. Siswanto menambahkan bahwa pemahaman kepemimpinan Barat berkembang melalui penelitian ilmiah dan pendekatan empiris, sehingga konsep kepemimpinan terus mengalami penyesuaian dengan dinamika organisasi modern.

“Perkembangan teori kepemimpinan Barat menunjukkan pergeseran dari kepemimpinan yang berbasis kekuasaan menuju kepemimpinan yang berbasis pengaruh, inspirasi, dan pelayanan kepada orang lain,” ungkapnya.

Sementara itu, dalam perspektif Islam, kepemimpinan tidak hanya dipahami sebagai fungsi manajerial, tetapi juga sebagai amanah moral dan spiritual. Konsep kepemimpinan dalam Islam dijelaskan melalui berbagai terminologi seperti khalifah, ulil amri, imam, dan ra’in yang menggambarkan peran pemimpin sebagai pengelola, pengarah, sekaligus penjaga amanah bagi masyarakat.

Menurut Prof. Siswanto, konsep khalifah menegaskan bahwa manusia memiliki mandat sebagai wakil Allah di bumi untuk mengelola kehidupan secara adil dan bertanggung jawab.

“Dalam Islam, kepemimpinan tidak hanya soal kemampuan mengelola organisasi, tetapi juga amanah yang harus dipertanggungjawabkan di hadapan Allah. Karena itu, seorang pemimpin harus memiliki integritas, keadilan, dan keteladanan,” tegasnya.

Ia juga menambahkan bahwa nilai-nilai kepemimpinan Islam menekankan pentingnya keteladanan moral, tanggung jawab, serta pelayanan kepada masyarakat.

“Pemimpin dalam Islam pada hakikatnya adalah ra’in, yaitu penjaga dan pelayan bagi orang-orang yang dipimpinnya. Setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawaban atas amanah tersebut,” lanjutnya.

Kegiatan Diskusi Rutin Fakultas Ekonomi ini merupakan bagian dari upaya Fakultas Ekonomi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dalam memperkuat tradisi akademik dan budaya diskusi ilmiah di lingkungan kampus. Melalui forum ini, diharapkan civitas akademika dapat terus mengembangkan pemikiran yang integratif antara ilmu pengetahuan modern dan nilai-nilai keislaman.

Berita Terkait