FE UIN Malang Tingkatkan Literasi Finansial Digital Siswa MAN Insan Cendekia Pasuruan

Melanjutkan rangkaian kegiatan pengabdian kepada masyarakat, Fakultas Ekonomi Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang melaksanakan kunjungan ke MAN Insan Cendekia (MAN IC) Pasuruan. Dengan mengusung tema “Literasi Finansial Digital Konvensional dan Syariah bagi Generasi Z”, kegiatan ini merupakan wujud pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam memberikan edukasi kepada generasi muda agar memiliki kemampuan mengelola keuangan secara cerdas, aman, dan sesuai dengan perkembangan teknologi digital.

Kegiatan yang diikuti oleh siswa MAN IC Pasuruan berlangsung secara interaktif melalui penyampaian materi, diskusi, tanya jawab, serta simulasi penggunaan layanan keuangan digital. Selain memperkenalkan perkembangan sistem pembayaran digital, peserta juga diberikan pemahaman mengenai perbedaan layanan keuangan digital konvensional dan syariah, pemanfaatan QRIS, mobile banking, dompet digital (e-wallet), hingga fenomena penggunaan layanan paylater yang saat ini semakin banyak dimanfaatkan oleh kalangan generasi muda.

Dalam sambutannya, perwakilan Fakultas Ekonomi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang yaitu Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kelembagaan, Dr. Hj. Meldona, S.E., M.M., Ak., CA. menyampaikan bahwa literasi finansial digital menjadi kompetensi penting yang harus dimiliki oleh generasi muda di era transformasi digital. Kemudahan akses terhadap berbagai layanan keuangan harus diimbangi dengan kemampuan memahami manfaat, risiko, serta tanggung jawab dalam menggunakannya sehingga mampu terhindar dari penipuan digital, pinjaman online ilegal, maupun perilaku konsumtif.

Materi kefakultasan dan pengenalan program studi Fakultas Ekonomi turut disampaikan sebagai upaya memberikan wawasan kepada siswa mengenai peluang studi lanjut di perguruan tinggi, khususnya di Fakultas Ekonomi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Selain itu, peserta juga memperoleh informasi mengenai berbagai program beasiswa yang dapat dimanfaatkan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.

Pada sesi utama, narasumber menjelaskan perkembangan ekosistem keuangan digital di Indonesia, prinsip-prinsip transaksi keuangan syariah, serta pentingnya bersikap bijak dalam memanfaatkan layanan paylater. Peserta diajak memahami bahwa kemudahan bertransaksi harus disertai dengan kemampuan mengelola keuangan secara bertanggung jawab, mempertimbangkan kemampuan membayar, serta memilih layanan keuangan yang legal dan diawasi oleh otoritas yang berwenang.

Antusiasme siswa terlihat sepanjang kegiatan. Berbagai pertanyaan muncul terkait keamanan transaksi digital, perbedaan produk keuangan konvensional dan syariah, penggunaan QRIS, hingga hukum dan mekanisme layanan paylater dalam perspektif syariah. Diskusi yang berlangsung aktif menunjukkan tingginya minat siswa terhadap isu-isu keuangan digital yang semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Sebagai bagian dari evaluasi kegiatan, tim pengabdi juga melakukan penyebaran kuesioner untuk memetakan tingkat literasi finansial digital konvensional dan syariah serta persepsi siswa terhadap penggunaan layanan paylater. Data tersebut akan menjadi dasar penyusunan artikel ilmiah pengabdian sekaligus rekomendasi bagi pengembangan program edukasi literasi keuangan digital di kalangan pelajar. Melalui kegiatan ini, Fakultas Ekonomi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang berharap terjalin sinergi yang berkelanjutan dengan MAN Insan Cendekia Pasuruan dalam meningkatkan kualitas literasi finansial digital generasi muda. Dengan bekal pengetahuan yang memadai, para siswa diharapkan mampu menjadi generasi yang cakap finansial, bijak dalam memanfaatkan teknologi keuangan, serta tetap menjunjung tinggi nilai-nilai ekonomi Islam dalam setiap keputusan keuangannya.

Berita Terkait