{"id":8023,"date":"2021-06-29T15:58:01","date_gmt":"2021-06-29T08:58:01","guid":{"rendered":"https:\/\/fe.uin-malang.ac.id\/?p=8023"},"modified":"2021-06-29T15:58:01","modified_gmt":"2021-06-29T08:58:01","slug":"prof-sani-berbagi-strategi-tembus-jurnal-bereputasi-dalam-webinar-unnes","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fe.uin-malang.ac.id\/zh\/prof-sani-berbagi-strategi-tembus-jurnal-bereputasi-dalam-webinar-unnes\/","title":{"rendered":"Prof. Sani Berbagi Strategi Tembus Jurnal Internasional Bereputasi dalam Webinar UNNES"},"content":{"rendered":"\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"575\" src=\"https:\/\/fe.uin-malang.ac.id\/wp-content\/uploads\/2016\/10\/2021\/06\/webinar-prof-sani-1024x575.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-8024\" srcset=\"https:\/\/fe.uin-malang.ac.id\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/webinar-prof-sani-1024x575.jpeg 1024w, https:\/\/fe.uin-malang.ac.id\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/webinar-prof-sani-300x169.jpeg 300w, https:\/\/fe.uin-malang.ac.id\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/webinar-prof-sani-768x431.jpeg 768w, https:\/\/fe.uin-malang.ac.id\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/webinar-prof-sani-18x10.jpeg 18w, https:\/\/fe.uin-malang.ac.id\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/webinar-prof-sani.jpeg 1280w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>Salah satu kendala dosen untuk bisa publikasi di jurnal internasional&nbsp;sebenarnya bukan terletak pada kualitas dari artikelnya saja, melainkan biasanya karena artikel tersebut tidak sesuai dengan <em>scope<\/em> jurnal, atau bahkan tidak mengindahkan gaya selingkung dari jurnal yang dituju. Artikel biasanya masih belum memenuhi kaidah dalam penulisan di jurnal baik nasional terakreditasi maupun internasional bereputasi. Demikian yang disampaikan oleh Prof. Dr. Achmad Sani Supriyanto, M.Si., Guru Besar Fakultas Ekonomi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dalam Webinar \u201cWorkshop Publikasi dan Penulisan Artikel Ilmiah di Jurnal Internasional Bereputasi\u201d yang diselenggarakan oleh Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Semarang (UNNES), 22 Juni 2021, melalui daring. Kegiatan tersebut dibuka oleh Dekan Fakultas Ekonomi UNNES, Prof. Heri Yanto, M.BA., Ph.D., yang diikuti oleh lebih dari 258 peserta baik dosen maupun mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi.<\/p>\n\n\n\n<p>Lebih lanjut Prof. Sani, biasa dipanggil, mengatakan memang menulis artikel yang akan dipublikasikan tersebut mudah-mudah sulit, artinya bahwa menurut penulis artikel tersebut sudah baik, tetapi menurut editor ataupun <em>reviewer<\/em> masih belum memenuhi kaidah ilmiah, alias <em>rejected<\/em>. Sebenarnya ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh penulis sebelum artikel tersebut di-submit di jurnal yang bereputasi diantaranya adalah; artikel harus menyesuaikan dengan template jurnal yang dituju, harus ada <em>research gap <\/em>dan <em>novelty<\/em>-nya, referensi sebaiknya 75% lebih dan diambil dari artikel jurnal bereputasi. <em>Research gap <\/em>dan <em>novelty <\/em>adalah hal yang penting yang harus menjadi atensi utama, karena disitulah letak dari kebaharuan artikel kita. Ini adalah beberapa tips yang harus diperhatikan, agar artikel kita dapat di terima dan bisa <em>publish <\/em>di jurnal internasional bereputasi, pungkas Prof Sani. [San21]<\/p>\n\n\n\n<div style=\"display:none;\">\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Salah satu kendala dosen untuk bisa publikasi di jurnal internasional&nbsp;sebenarnya bukan terletak pada kualitas dari artikelnya saja, melainkan biasanya karena artikel tersebut tidak sesuai dengan scope jurnal, atau bahkan tidak mengindahkan gaya selingkung dari jurnal yang dituju. Artikel biasanya masih belum memenuhi kaidah dalam penulisan di jurnal baik nasional terakreditasi maupun internasional bereputasi. Demikian yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":8024,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[13],"tags":[],"class_list":["post-8023","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fe.uin-malang.ac.id\/zh\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8023","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fe.uin-malang.ac.id\/zh\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fe.uin-malang.ac.id\/zh\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fe.uin-malang.ac.id\/zh\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fe.uin-malang.ac.id\/zh\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8023"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/fe.uin-malang.ac.id\/zh\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8023\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fe.uin-malang.ac.id\/zh\/wp-json\/wp\/v2\/media\/8024"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fe.uin-malang.ac.id\/zh\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8023"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fe.uin-malang.ac.id\/zh\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8023"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fe.uin-malang.ac.id\/zh\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8023"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}