
Fakultas Ekonomi Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang dipercaya menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan Seminar Integrasi Filantropi dan Ekonomi Haji yang mengusung tema “Kontribusi untuk Pembangunan Berkelanjutan”. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama Republik Indonesia bekerja sama dengan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Seminar ini dilaksanakan pada Senin, 22 Desember 2025 di Aula Gedung Ir. Soekarno lt 5 Rektorat UIN Malang.
Seminar ini menghadirkan sejumlah narasumber nasional yang kompeten di bidang filantropi, ekonomi Islam, dan kebijakan publik, di antaranya Prof. Hilman Latief, S.Ag., M.A., Ph.D. (Dirjen PHU Kementerian Agama RI), Prof. Dr. H.M. Arief Mufraini, Ph.D. (BPKH RI), Prof. Dr. KH. Ali Maschan Moesa, M.Si. (Baznas Jawa Timur), Dr. Muchammad Rozikin (Dosen FIA UB), serta narasumber internal dari Fakultas Ekonomi UIN Malang Dr. H. Ahmad Djalaluddin, Lc., MA. Seminar ini dimoderatori Dr. Ahmad Izzuddin, M.HI. (Mudir Ma’had Al Jamiah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang)

Dalam sambutannya, Sekjen Dr. H.M. Arfi Hatim, M.Ag., Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah menyampaikan bahwa instrumen filantropi keagamaan merupakan pilar penting dalam upaya pengentasan kemiskinan dan penguatan kesejahteraan umat. Ia menegaskan bahwa seminar ini memiliki tujuan strategis untuk mendorong terbentuknya ekosistem filantropi haji yang terintegrasi dan berkelanjutan.
“Seminar ini menjadi ruang strategis untuk menggali peluang bagaimana filantropi haji dapat dikelola secara optimal dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan berkelanjutan,” ujarnya.
Sementara itu, Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si., menyampaikan apresiasi dan sambutan positif atas terselenggaranya seminar ini. Menurutnya, kegiatan ini merupakan bentuk sinergi luar biasa antara Kementerian Agama dan perguruan tinggi, khususnya dalam upaya memperkuat ekonomi umat.
“Seminar ini menjadi momentum penting untuk merumuskan rekomendasi strategis. Jika filantropi dan ekonomi haji dikelola sebagai pilar pertumbuhan ekonomi umat, maka potensi manfaatnya akan sangat besar dan berdampak luas,” ungkap Rektor.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya menemukan titik temu dalam pengelolaan filantropi dan ekonomi haji agar potensi yang ada dapat dimaksimalkan, tidak hanya dari sisi nilai ekonomi, tetapi juga manfaat sosial dan keberlanjutan.
Melalui seminar ini, Fakultas Ekonomi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menegaskan komitmennya untuk terus berperan aktif dalam pengembangan keilmuan dan kebijakan ekonomi Islam, khususnya dalam mendorong pengelolaan filantropi dan ekonomi haji yang profesional, inklusif, dan berorientasi pada pembangunan berkelanjutan.







