MIU Login

Kali Kedua, Prof. Ullrich Guenther Sambangi FE UIN Malang

Selasa, (7/03/2023) Fakultas Ekonomi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang kedatangan tamu istimewa dari Jerman yakni Prof. Ullrich Guenther. Guru besar di bidang cross cultural psychology ini telah memasuki usia yang ke 75 tahun, namun penampilannya masih muda dan enerjik bahkan masih memakai celana jeans dan jalan kaki kemana-mana. Kedatangan beliau adalah yang kedua kalinya di kampus UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Kedatangan pertama beliau di tahun 2017. Beliau akan berada di Fakultas Ekonomi selama tiga hari ke depan, dengan agenda pertama memberikan kuliah tamu kepada civitas akademik FE UIN Malang. Acara ini bertempat di Auditorium dipandu oleh moderator Rini Safitri dan dihadiri sekitar 50 mahasiswa Fakultas Ekonomi.

Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Ekonomi UIN Malang, Dr. H. Misbahul Munir, LC,. M.EI.  menyampaikan bahwa acara ini memberi manfaat kepada mahasiswa sebagai bekal dan pengalaman nanti beradaptasi didunia Internasional serta bisa berkompetisi di dunia global dengan berbagai strategi. “Prof Ulrich ini sudah 75 tahun usianya, jangan sampai yang muda-muda terutama anda mahasiswa sekalian, kalah dengan semangat beliau yang masih membara.” sambung Dekan.

Dalam sambutannya, Prof. Ullrich menyampaikan kekagumannya kepada Presiden Indonesia, Joko Widodo atau yang akrab disapa Jokowi adalah presiden yang populer di Jerman sehingga ia beruntung bisa kesini. Ia menambahkan bahwasanya Indonesia sebagai negara besar dengan dukungan jumlah penduduknya yang banyak bisa bersaing dengan negara lain terutama Cina dalam bidang ekonomi. “Cina saat ini adalah penguasa ekonomi dunia dan menurut saya Jokowi banyak sekali melakukan pembangunan investasi ekonomi di berbagai sektor, saya pikir itu bagus untuk kemajuan sebuah bangsa” ujar beliau.

“Pesan saya kepada para mahasiswa jaman sekarang: sering-seringlah pergi ke luar negeri karena banyak manfaat yang kita dapat. Perbedaan makanan, tradisi, budaya, mata uang, masyarakat dan ekonomi menambah khazanah pengetahuan diri kita” ujar Guru Besar dari Universitas Leuphana Jerman ini. (idr)

Berita Terkait