
Sebagai fakultas yang turut berkontribusi terhadap kinerja akademik universitas, Fakultas Ekonomi ikut berperan dalam mendukung pemenuhan indikator pemeringkatan internasional, terutama melalui publikasi ilmiah dosen, reputasi akademik, kerja sama internasional, serta penelusuran lulusan.
Dinamika pemeringkatan internasional, khususnya QS World University Rankings (QS WUR), saat ini turut memengaruhi posisi UIN Malang. Salah satu faktor yang berkontribusi terhadap penurunan peringkat tersebut adalah belum optimalnya data akademisi dan data lulusan (employability) yang menjadi indikator penilaian QS WUR. Padahal, UIN Malang bersama UIN Syarif Hidayatullah Jakarta tercatat sebagai dua perguruan tinggi Islam negeri pertama di Indonesia yang berhasil masuk dalam pemeringkatan QS WUR.
Hal tersebut terungkap dalam Sosialisasi Pemeringkatan Internasional yang diselenggarakan oleh Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Kegiatan ini berlangsung di Auditorium lt. 3 Fakultas Ekonomi, Jumat (23/01).
Dekan Fakultas Ekonomi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Dr. H. Misbahul Munir, Lc., M.EI. menegaskan bahwa internasionalisasi perguruan tinggi bukan lagi pilihan, melainkan sebuah keniscayaan yang harus disiapkan secara sistematis oleh seluruh unit akademik, termasuk fakultas.
“Kita harus siap dengan internasionalisasi kampus dewasa ini, dengan pemeringkatan mana kampus yang elit, kampus biasa, dan kampus-kampus yang tidak familiar. Fakultas harus mengambil peran strategis agar UIN Malang tetap memiliki posisi yang diperhitungkan,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa Fakultas Ekonomi memiliki tanggung jawab besar dalam mendukung reputasi universitas, khususnya melalui peningkatan kualitas publikasi ilmiah, penguatan kerja sama internasional, serta penataan dan pelaporan data akademik dosen dan lulusan secara akurat dan berkelanjutan.
Dalam kegiatan ini, Sigit Priatmoko, M.Pd. dari Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) hadir menyampaikan konsep, tujuan, serta indikator utama pemeringkatan internasional perguruan tinggi. Ia menjelaskan bahwa pemeringkatan internasional tidak hanya menilai aspek akademik semata, tetapi juga mencakup produktivitas riset, reputasi institusi, keterlibatan internasional, rasio dosen dan mahasiswa, serta kesiapan dan daya saing lulusan di dunia kerja.
Ia juga menekankan pentingnya peran aktif Fakultas Ekonomi dalam memperkuat basis data dosen dan lulusan, sehingga capaian akademik yang telah dihasilkan dapat terukur dan terlaporkan secara optimal dalam sistem pemeringkatan global.
Melalui sosialisasi ini, Fakultas Ekonomi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang diharapkan semakin siap dan adaptif dalam mendukung agenda internasionalisasi universitas, sekaligus memperkuat budaya mutu di tingkat fakultas dan program studi. Sinergi antara pimpinan, dosen, dan tenaga kependidikan menjadi kunci utama dalam mewujudkan peningkatan daya saing Fakultas Ekonomi di tingkat nasional dan internasional.







