Workshop Pengembangan Bisnis & Enterpreneurship: Penguatan Daya Saing UMKM melalui Digitalisasi Sertifikasi Halal dan Kebijakan Perpajakan

Malang (18/9) – Fakultas Ekonomi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan UMKM melalui Workshop Pengembangan Bisnis & Entrepreneurship dengan topik “Digitalisasi Sertifikasi Halal dan Kebijakan Perpajakan bagi Pelaku UMKM sebagai Upaya Penguatan Daya Saing”. Kegiatan ini diprakarsai oleh Laboratorium Pengembangan Kewirausahaan dan diselenggarakan pada Rabu, 18 September 2024, bertempat di Ruang Psychomovie, Gedung Megawati Lt. 3, Fakultas Psikologi.
Workshop ini menghadirkan narasumber internal dari Fakultas Ekonomi, yaitu Dr. Hj. Nihaya Aslamatis, SE., M.M., Sri Andriani, M.Si., dan Fajar Nurdian, M.Ak., AK., CA., BKP. Diskusi dalam kegiatan ini dimoderatori oleh Drs. Agus Sucipto, SE., MM., CRA., yang mengarahkan jalannya sesi dengan lancar dan interaktif.
Acara ini dihadiri oleh sekitar 40 mahasiswa dari berbagai program studi di UIN Malang, dengan satu syarat utama yaitu mereka semua sudah memiliki usaha. Hal ini bertujuan agar peserta dapat langsung mengaplikasikan ilmu yang didapat ke dalam bisnis mereka masing-masing, khususnya terkait sertifikasi halal dan pemahaman kebijakan perpajakan yang menjadi salah satu faktor penting dalam keberlangsungan bisnis UMKM di Indonesia.

Dr. H. Misbahul Munir, Lc., M.EI., Dekan Fakultas Ekonomi, dalam sambutannya menegaskan pentingnya digitalisasi dalam berbagai sektor bisnis, termasuk sertifikasi halal yang kini semakin menjadi perhatian utama dalam meningkatkan daya saing produk-produk lokal. “Melalui workshop ini, kami berharap mahasiswa yang memiliki usaha dapat memahami dan memanfaatkan teknologi untuk mempermudah sertifikasi halal, serta memahami kebijakan perpajakan yang berlaku bagi pelaku UMKM,” ujarnya.
Dalam sesi pertama, Dr. Hj. Nihaya Aslamatis, SE., M.M. membahas tentang hukum syariah dalam pengurusan sertifikasi halal. Beliau menyampaikan pentingnya sertifikasi halal sebagai bagian dari strategi daya saing bisnis, terutama dalam menghadapi era digital. “Digitalisasi sertifikasi halal tidak hanya mempermudah prosesnya, tetapi juga membuka peluang bisnis yang lebih luas, khususnya di pasar internasional yang semakin memperhatikan aspek halal,” jelasnya. Fajar Nurdian, M.Ak., AK., CA., BKP. kemudian memberikan paparan terkait perpajakan bagi UMKM, di mana ia menjelaskan berbagai regulasi dan kebijakan pajak yang perlu diperhatikan oleh pelaku UMKM. Ia menekankan pentingnya pemahaman pajak yang baik agar bisnis tetap patuh pada aturan yang berlaku dan dapat berkembang dengan sehat. Sementara Sri Andriani, M.Si. menutup sesi dengan memberikan materi tentang pendampingan pengurusan NIB dan serttiikasi halal.
Kegiatan ini diakhiri dengan sesi diskusi dan tanya jawab, di mana para peserta aktif berpartisipasi dan bertanya mengenai masalah-masalah praktis yang mereka hadapi dalam menjalankan usaha. Workshop ini diharapkan mampu memberikan pemahaman yang lebih mendalam kepada para mahasiswa mengenai pentingnya aspek halal dan kepatuhan terhadap perpajakan dalam meningkatkan daya saing UMKM. Dengan mengikuti workshop ini, para peserta diharapkan bisa mengaplikasikan ilmu yang mereka dapat untuk memajukan usaha yang sudah mereka jalankan, sehingga mampu bersaing secara kompetitif di pasar lokal maupun global.







