{"id":6502,"date":"2019-03-26T14:26:34","date_gmt":"2019-03-26T07:26:34","guid":{"rendered":"http:\/\/fe.uin-malang.ac.id\/?p=6502"},"modified":"2019-03-26T14:26:34","modified_gmt":"2019-03-26T07:26:34","slug":"ada-sepatu-di-visitasi-akreditasi-uin-malang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fe.uin-malang.ac.id\/en\/ada-sepatu-di-visitasi-akreditasi-uin-malang\/","title":{"rendered":"Ada Sepatu di Visitasi Akreditasi UIN Malang"},"content":{"rendered":"<figure class=\"wp-block-image\"><img decoding=\"async\" src=\"http:\/\/fe.uin-malang.ac.id\/wp-content\/uploads\/2019\/03\/gamada-aipt2019.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-6663\"\/><figcaption class=\"wp-element-caption\"> Titis Yoely Setyanugrahani bersama Wakil Dekan Bidang AUPK, Dr. Indah Yuliana, M.M. menunjukkan sepatu produknya di stand Fakultas Ekonomi dalam visitasi AIPT UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Satu produk, menarik perhatian salah\nsatu asesor pada visitasi akreditasi UIN kemarin (Kamis, 13\/3). Sepatu kulit\ndengan merk Gamada yang dipajang di stand FE UIN adalah <em>handmade<\/em> mahasiswa,\nTitis Yoely Setyanugrahani. Mahasiswa Fakultas Ekonomi semester 8 dengan IPK\nrata-rata 3,8 dan skor TOEFL 570 kelahiran Gresik, memasarkan produksinya\nsecara <em>online<\/em> (ruangsepatu.id). Pembeli bisa memilih desain sendiri,\nsesuai corak dan ukuran yang dikehendaki. Dalam waktu 7-10 hari, sepatu sudah\nbisa diterima.<\/p>\n\n\n\n<p>Mengawali usaha sebagai reseller\nproduk sepatu, tertantang untuk memproduksi sendiri sesuai keinginan\npembeli.&nbsp; Matakuliah Kewirausahaan\nmenjadi energi untuk mewujudkan mimpinya. Proposal bisnis yang menarik, membuat\nia terpilih sebagai penerima bantuan pengembangan bisinis program \u201cMahasiswa\nWirausaha\u201d yang diselenggarakan Pemprov DKI Jakarta pada 2017 lalu. Mendapat pelatihan\nentrepreneur selama satu tahun. Dari 1000-an pendaftar se-Indonesia, hanya 25\nmahasiswa yang lolos.&nbsp; <\/p>\n\n\n\n<p>Mengawali dengan modal Rp. 500.000,- kini ia sudah memiliki 5 orang karyawan. Dalam satu bulan ia mampu menjual 100 pasang sepatu secara online. Harga sepasang bervariasi dari Rp. 200.000,- hingga Rp. 600.000,-. Pameran produknya masuk hingga Singapura dan Malaysia. Menurutnya, omzet yang tidak ternilai adalah portofolio, seperti desain, jaringan pasar, jaringan penyedia bahan, tenaga kerja, dan kemampuan mengelola bisnisnya secara online. Meski harus bisa bersaing dengan 6000 merk sepatu yang ada. Pelanggan produksi sepatunya dari Aceh, Merauke, hingga luar negeri. Di lingkungan UIN, mahasiswa dan wisudawan biasa memesan sepatu produksinya.<\/p>\n\n\n\n<p>Senang? Tentu. Dalam\nperjalanannya, ia sering bersanding dengan para pejabat mulai dari direktur\nBUMN hingga pejabat pemerintah. Mempromosikan produknya dari pameran satu ke\nlainnya. Jakarta Convention Center dengan tarif sewa stand Rp. 9.000.000\/meter,\npernah ia tempati. Susahnya? Ada juga. Ketika harus mengirimkan 25 pasang\nsepatu, ternyata ongkos digelapkan oleh jasa pengiriman.&nbsp; Sepatu sampai ke pelanggan 3 hari kemudian. Sempat\ndibilang penipu, tidak professional, dan segala macam serapah.&nbsp; Tapi akhirnya dapat diselesaikan, jelasnya.\n\nSelama\nperkuliahan, ia cukup aktif berorganisasi. Masuk di LKP2M, Sescom, dan sempat\nmenjadi reporter Gema, majalah kampus UIN Maliki Malang selama 6 bulan. Selama\nmahasiswa, waktunya jangan dihabiskan hanya untuk kuliah, pesannya kepada adik\nkelas. Sangat disayangkan. Banyak hal yang bisa diambil selama menjadi mahasiswa.\nMisalnya terkait jaringan, informasi, dan pengetahuan yang hanya bisa diakses saat\nmenjadi mahasiswa. Ia menyesal memulai bisnisnya di semester 5, mestinya lebih\nawal, jelasnya. &nbsp;&nbsp;Selamat&nbsp;\ndan sukses atas prestasi akademik dan bisnisnya. (us).\n\n\n\n<\/p>\n\n\n\n<div style=\"display:none;\">\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n<\/div>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Satu produk, menarik perhatian salah satu asesor pada visitasi akreditasi UIN kemarin (Kamis, 13\/3). Sepatu kulit dengan merk Gamada yang dipajang di stand FE UIN adalah handmade mahasiswa, Titis Yoely [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[13],"tags":[],"class_list":["post-6502","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fe.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6502","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fe.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fe.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fe.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fe.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6502"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/fe.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6502\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fe.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6502"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fe.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6502"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fe.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6502"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}