MIU Login

Tingkatkan Literasi Keuangan, FE UIN Malang Kolaborasi dengan Kemenkeu Gelar I-Fest Goes To Campus 2025

Fakultas Ekonomi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang sukses menyelenggarakan kegiatan bertajuk “Tingkatkan Literasi Keuangan, Wujudkan Pertumbuhan Berkelanjutan” sebagai bagian dari rangkaian I-Fest Goes To Campus. Acara ini digelar pada Kamis (27/11) pukul 13.30–16.30 WIB di Aula Fakultas Sains dan Teknologi Lantai 4 dan dihadiri ratusan mahasiswa Fakultas Ekonomi.

Program ini merupakan kolaborasi antara Fakultas Ekonomi UIN Malang dan Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan, sebagai upaya memperkuat literasi keuangan generasi muda, khususnya mahasiswa ekonomi.

Acara dibuka oleh Wakil Dekan Bidang Akademik dan Pengembangan Kelembagaan, Yuniarti Hidayah Suyoso Putra, S.E., M.Si., CAHRM., CRMP. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa pemahaman instrumen keuangan negara merupakan keterampilan fundamental yang harus dimiliki calon ekonom masa depan.

“Mahasiswa harus memahami bagaimana instrumen keuangan bekerja dan bagaimana pembiayaan negara dikelola. Hal ini penting untuk mencetak generasi yang melek finansial dan mampu berkontribusi terhadap pembangunan ekonomi,” tegasnya.

Kegiatan dilanjutkan dengan keynote speech dari Ubaidi Socheh Hamidi, Sekretaris DJPPR Kementerian Keuangan. Beliau memaparkan peran strategis DJPPR dalam menjaga keseimbangan pembiayaan APBN serta memastikan pengelolaan risiko fiskal yang berkelanjutan.

Sesi inti disampaikan oleh Deni Ridwan, Direktur Pembiayaan Syariah DJPPR. Materi mencakup perkembangan pembiayaan syariah sebagai alternatif pembiayaan pemerintah, peluang instrumen surat berharga syariah, hingga potensi kontribusi generasi muda dalam pasar keuangan syariah. Materi disampaikan dengan gaya yang komunikatif sehingga mudah dipahami mahasiswa, mulai dari konsep fiskal hingga hubungan antara literasi keuangan dan pembangunan nasional.

Suasana menjadi semakin interaktif saat sesi diskusi. Para mahasiswa aktif mengajukan pertanyaan terkait: surat berharga negara, investasi syariah, risiko investasi era digital, dan tata kelola keuangan pribadi. Diskusi tersebut menunjukkan tingginya antusiasme mahasiswa terhadap isu-isu finansial aktual. Moderator Sulis Rochayatun menutup kegiatan dengan menegaskan kembali bahwa literasi keuangan adalah kompetensi esensial bagi generasi muda.

“Mahasiswa harus menjadi pribadi yang cerdas finansial, kritis terhadap setiap penawaran produk keuangan, dan mampu mendukung penguatan ekonomi nasional,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, Fakultas Ekonomi UIN Malang dan DJPPR berharap mahasiswa tidak hanya memahami teori keuangan negara, tetapi juga mampu mengaplikasikannya dalam pengambilan keputusan keuangan sehari-hari serta ikut mendorong terciptanya pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan.

Berita Terkait