
Dalam rangka mendukung peningkatan literasi keuangan dan penguatan pemahaman masyarakat terhadap pasar modal syariah, Fakultas Ekonomi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menyelenggarakan kegiatan Seminar Edukasi Pasar Modal Syariah yang menghadirkan praktisi dari PT Insight Investments Management dan PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia.
Kegiatan yang berlangsung di Aula lt 5 Rektorat ini mengangkat tema “Mengenal Prinsip Syariah dalam Investasi Pasar Modal: Dari Teori ke Praktik” dan diikuti oleh lebih dari 250 peserta yang terdiri atas dosen, mahasiswa, serta masyarakat umum. Peserta tidak hanya datang dari internal UIN Malang saja namun dari beberapa kampus yang ada di Malang, seperti UB, UM, ITB Asia, Polinema dan UNIRA dan lain sebagainya.
Wakil Rektor 2 UIN Malang, Prof. Dr. Ilfi Nur Diana, M.Si. dalam sambutannya menyampaikan pentingnya keterlibatan perguruan tinggi dalam menjembatani pemahaman masyarakat khususnya mahasiswa terhadap instrumen keuangan syariah, khususnya dalam konteks pasar modal yang tengah berkembang pesat. “Literasi keuangan syariah harus menjadi bagian dari agenda besar pendidikan ekonomi saat ini. Mahasiswa tidak hanya harus paham teori, tetapi juga perlu dibekali dengan pemahaman yang aplikatif dan kontekstual,” ujarnya.
Selanjutnya, sambutan disampaikan oleh Dekan Fakultas Ekonomi, Dr. H. Misbahul Munir, Lc., M.EI. yang memaparkan perbedaan investasi dengan menabung. Inflasi mengurangi nilai uang, sehingga tabungan yang disimpan dalam bentuk tunai atau deposito dengan bunga rendah akan tergerus nilainya. Oleh karena itu, mahasiswa perlu mempertimbangkan investasi sebagai cara untuk melindungi nilai tabungan mereka dan mencapai tujuan keuangan jangka panjang.Â
Seminar Nasional ini menghadirkan empat narasumber utama. Sesi pertama dibawakan oleh perwakilan dari PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia yang memaparkan peran perusahaan sekuritas yang menjembatani investor dan instrumen investasi yang tersedia. Tidak hanya dikenal sebagai sekuritas dengan volume transaksi terbesar di Indonesia, Mirae Asset juga memiliki komitmen kuat dalam mendorong partisipasi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk mulai berinvestasi secara cerdas dan terarah, termasuk melalui layanan berbasis syariah. Materi disampaikan langsung oleh Arief Maulana selaku Head of Wealth Management dan Franciska Gerungan selaku Head of Fund Services.
Sesi kedua menghadirkan narasumber dari PT Insight Investments Management yang memaparkan mekanisme dan prinsip pengelolaan reksa dana berbasis syariah. Peserta diajak memahami proses seleksi efek, kepatuhan terhadap fatwa, serta pengelolaan portofolio yang sesuai dengan prinsip-prinsip syariah. Beliau menekankan bahwa prinsip syariah merupakan prinsip alamiah yang berfokus pada transparansi, keberkahan dan kepentingan di masa yang akan datang. Materi disampaikan langsung oleh Suluh Tripambudi Raharjo selaku Head of Sharia Division. Selanjutnya, PT Insight Investments Management menghadirkan Alifah Ghina Maharani, selaku Head of Financial Literacy and Inclusion. Dalam paparannya, beliau menyebutkan macam-macam instrumen syariah khususnya reksadana beserta karakteristik risiko dan tingkat keuntungannya. Lebih lanjut, terdapat satu produk yang bernama I-Hajj, termasuk ke dalam reksadana pendapatan tetap, yang mampu memberikan tingkat keuntungan diatas deposito dan mampu bertahan ketika krisis keuangan di 2008 silam.
Seminar Nasional ini selain untuk memperkaya wawasan peserta, tetapi juga menjadi momentum strategis dalam memperkuat sinergi antara dunia akademik dan industri pasar modal syariah. Fakultas Ekonomi berkomitmen untuk terus menghadirkan kegiatan edukatif yang mendorong keterlibatan aktif sivitas akademika dalam penguatan ekosistem ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia.







