MIU Login

Entrepreneur Melalui Pemberdayaan Masyarakat

Suasana Peserta Kegiatan

Di masa pandemi Covid-19 banyak pengusaha besar gulung tikar. Hambatan jalur distribusi, terbatasnya akses pasar, ketersediaan bahan, dan besarnya biaya operasional menjadi pertimbangan dihentikannya aktifitas produksi. Berbeda halnya dengan UMKM yang cukup eksis, bahkan geliat tumbuhnya makin besar pasca pandemi. UMKM memiliki pasar yang ada di sekitar rumah produksi, bahan yang digunakan mudah didapat,  pelaku usaha menyatu dengan masyarakat hingga produksi dapat menyesuaikan kebutuhan pasar. Cukup beralasan hingga kontribusi terhadap PAD terbesar bersumber dari UMKM. Hal ini disampaikan oleh pemateri  workshop entrepreneur, Kepala Desa Tanjung Tirto Malang, Hanik Dwi Martya P., S.Fam., M.A.P.

Sentuhan entrepreneur tidak hanya melibatkan UMKM saja, lanjutnya. Ia juga memberdayakan seluruh komponen masyarakat dalam aktifitas entrepreneur. Seperti, membuat bank sampah sebagai edukasi pada masyarakat agar tidak membuang sampah yang memiliki nilai ekonomi. Keuntungan yang diperoleh dari bank sampah ini dapat digunakan oleh penduduk untuk membayar BPJS anggota keluarnya. Desa Tanjungtirto juga  disesain sebagai  kampung mural yang dapat  menarik wisatawan. Kampung dolanan dengan mengenalkan berbagai bentuk permainan tradisional  untuk mengurangi  candu gadget pada anak. Wiasata kuliner dengan melibatkan anak-anak muda desa. Serta membentuk unit klinik dengan menggunakan tenaga medis dari putra daerah.  “Melalui klinik ini,  sekitar 3000 pasien berasal dari  warga dapat disembuhkan. Ini adalah entrepreneur  model ndeso yang bisa dilakukan di desa saya”, kata Hanik Dwi Martya, yang merangkap sebagai pembina  pemberdayaan ekonomi masyarakat Desa Tanjung Tirto. “Kami membutuhkan sentuhan entrepreneur model  akademisi untuk berpartisipasi dalam membangun ekonomi masyarakat Desa Tanjung Tirto”, harapnya.

Kegiatan workshop  ini menjadi rangkaian Parade Entrepreneur selama tiga hari. Dalam sambutan pembukanya, Wakil Dekan II FE UIN Malang, Dr. Nanik Wahyuni, M.Si., berharap agar peserta workshop dapat belajar tanpa malu dan dapat mengambil pengalaman dari kepala desa dalam memberdayakan ekonomi bagi warganya.  Sekitar 120 mahasiswa hadir dalam workshop Parade Entrepreneur di hari pertama dengan mengangkat tema  “Workshop Digital Entrepreneur Melalui Digital Marketing dan Pemberdayaan Masyarakat”, di Auditorium lantai 3 FE UIN Maulana Malik Ibrahim Malang (Senin, 31/10).   Sukses parade entrepreneur FE UIN (us).

Berita Terkait