Home » Berita » UPPM Fakultas Ekonomi Hadirkan Pakar Metodologi Penelitian UB

UPPM Fakultas Ekonomi Hadirkan Pakar Metodologi Penelitian UB

Dr. Solimun berfoto bersama dengan Wakil Dekan I, Wakil Dekan II, Ketua Jurusan Manajemen, dan ketua UPPM Fakultas Ekonomi

Fakultas Ekonomi menggelar acara Workshop tentang Penulisan skripsi integrasi sains dan islam yang diperuntukkan bagi mahasiswa fakultas ekonomi yang sudah ujian proposal dan yang telah mengumpulkan outline. Tidak tanggung-tangung, Unit Penilitian dan Pengembangan Masyarakat (UPPM) menggait dua pakar metodologi penelitian sekaligus. Hadir sebagai narasumber acara tersebut, Dr. Solimun, M.S sebagai narasumber pertama dari Universitas Brawijaya dan Dr. H. Ahmad Djalaludin, Lc., M.A sebagai narasumber kedua dari UIN Malang.

Whorkshop tersebut dilaksanakan di Auditorium Lt.4 Rumah Singgah Pasca Sarjana Uin Maulana Malik Ibrahim Rabu, 02 Mei 2018. Lebih dari 300 audiens sangat antusias dalam acara yang di selenggarakan mulai dari pukul 08.00 hingga pukul 13.00 WIB tersebut.

Hadir pula wakil dekan Dr. Siswanto, S.E., MM yang membuka acara dengan penuh hidmat. Pada kesempatan tersebut, beliau menyampaikan tanggapan positif atas digelarnya agenda ini sebagai bahan materi terhadap mahasiswa yang sedang atau menulis karya ilmiah bagi tugas akhir mereka.

Dr. Solimun saat menyampaikan materi di tengah-tengah peserta workshop

Dalam materi yang disampaiakan, Dr. Solimun menyatakan bahwa penelitian berasal dari kata “Re” dan “To Search” yang artinya adalah sebuah proses penelitian selalu dilakukan berulang-ulang untuk mendapatkan sebuah teori, gagasan, konsep, metode, informasi dan lain-lain. Beliau menegaskan, bahwa sebelum melakukan penelitian seorang peneleti harus membuat sebuah rumusan yang dimaksudkan untuk menuangkan suatu ide atau gagasan yang disebut dengan outline. Lebih jauh lagi Dr. Solimun mengungkapkan bahwa dalam Ranah penelitian, ada sebuah penyelidikan/penelitian terhadap sistem. Yang membahas tentang unsur, relasi dan tujuan hingga memuat Variabel, hipotesis dan model.

Di akhir pembicaraannya, beliau menyata bahwa kepustakaan yang baik adalah “Relevansi, Lisensi dan Resensi”.

Dr. H. Ahmad Djalaludin saat menyampaikan materi di tengah-tengah peserta workshop

Selain itu, Dr. H. Ahmad Djalal sebagai narasumber yang kedua, menyampaikan perihal materi tentang integrasi sains dan islam. Beliau menyampaiakan pada era saat ini ada istilah “Dalilisasi dan Tempelisasi” namun tidak demikan yang dimaksud dalan pengembangan integrasi sains dan islam”, maka dari itu seorang peneliti harus mampu membahas dan merumuskan terhadap objek yang sedang di teliti dengan ilmu-ilmu yang bersumber dari al qur’an dan hadist, terlebih dalam mengintegrasikan dengan ilmu fiqh dan ushul fiqh.

Di penghujung pembicaraan, beliau menyebutkan bahwa konsep integrasi sains dan islam harus termuat dalam konsep maqashid Syariah yang kemudian melahirkan konsep falah.

Menyikapi yang disampaikan oleh kedua narasumber tersebut, Kepala Unit Penelitian dan Pengembangan masyarakat (UPPM) Dr. Lailatul farida, M.AB. mengharapkan, agar semua Dosen dan Mahasiswa merespon secara positif gagasan workshop yang dilaksankan oleh lembaga UPPM ini. (Choy)