Home » Berita » Tradisi Integrasi Literasi

Tradisi Integrasi Literasi

UIN Maliki Malang sebagai kampus ulul albab wajib menjaga tradisi integrasi literasi. Term ulul albab yang diambil dari ayat al-Quran mengandung makna yang komprehensif mencakup persoalan sains, sosial, budaya, ahlak, spiritual, sumberdaya manusia, dan lain-lain. Secara istilah ulul albaab bermakna  orang yang memiliki akal sehat, cerdas, lurus, dan tercerahkan oleh cahaya Allah SWT, sebagaimana dijelaskan dalam al-Quran surat al-Imran (190-194).

Ayat ulul albaab menjadi penting untuk diteliti  dengan pertimbangan, ayat tersebut menjadi lambang-eksistensi dan menjadi simbol paradigma integrasi ilmiah di UIN Maliki Malang. Cukup beralasan jika kajian ilmiah apapun yang dihasilkan oleh mahasiswa maupun dosen harus mencerminkan paradigma integrasi dengan al-Quran.

Tema besar “Doktrin Ekonomi Islam dalam Ayat-Ayat Ulul Albab”  disampaikan dalam Forum Grup Diskusi (FGD) dosen FE di Meeting Room kemarin (Jumat,4/5). Bertindak sebagai pemateri adalah H. Aunur Rofiq, Ph.D. Diskusi tersebut diikuti oleh jajaran dekanat dan dosen FE UIN Maliki Malang.

Menurut  pemateri, ayat ulul albaab  termasuk yang cukup fenomenal  karena  diulang sebanyak 16 kali dalam al-Quran. Meski terdapat 16 ayat, namun secara tekstual tidak ditemukan relasi yang tegas  dan langsung berkaitan dengan masalah ekonomi. Penelusuran terhadap beberapa kitab tafsir klasik, tidak ditemukan kaitannya dengan persoalan ekonomi. Namun asumsi ini ternyata tidak cukup. Setelah pemateri melakukan kajian, ternyata ditemukan 9 ayat  yang memiliki relasi dengan aspek ekonomi seperti perintah menyiapkan bekal materi dalam ibadah haji, pengelolaan SDA dan SDM, jual beli, model manajemen leadership, mendengar-menimbang nasehat yang terbaik dalam masalah ekonomi, perhatian terhadap air dan lingkungan sekitarnya. Ayat terkait ulul albaab yang terakhir  adalah perintah bertaqwa dalam menjalankan segala aspek kehidupan, termasuk  menyelesaikan persoalan ekonomi (surat al-Thalaq ayat 10).

Dekan FE UIN Maliki Malang, Dr. H. Nur Asnawi M.Ag. menjelaskan pada pembuka diskusi bahwa FGD harus menjadi tradisi  di lingkungan akademik, agar di kalangan dosen dan mahasiswa selalu mendapatkan literasi update terkait dengan konsep integrasi. Sementara itu, Wakil Dekan 1 Akademik Dr. Siswanto, M.Si., menjelaskan FE UIN Maliki akan membuat panduan penulisan integrasi bagi mahasiswa dalam menyelesaikan tugas akhirnya. Selamat dan sukses bagi FE UIN (us).

Arsip