Home » Berita » Press Release, Seminar Nasional Perbankan Syariah

Press Release, Seminar Nasional Perbankan Syariah

Departemen Perbankan Syariah OJK bekerjasama dengan Fakultas Ekonomi menggelar seminar sehari perbankan syariah di ruang rektorat lantai 5 UIN Maliki Malang (Selasa/10/6).  Seminar dengan tema “Membangun Kesadaran Berekonomi Syariah”, mengangkat beberapa sub tema diantaranya; Undang-undang Bank Syariah dan Regulasi Perbankan Syariah, Konsep Dasar Operasi Perbankan Syariah,  dan Kebijakan Pengembangan Jasa Keuangan Syariah.

Konsep dasar perbankan syariah adalah penerapan  prinsip atau nilai Islam yang mewarnai aktifitas kelembagaan ekonomi.  Dimana, aktifitas ekonomi didasarkan pada aqidah atau keimanan yang mendasari setiap muamalah agar terkait dengan hukum-hukum syariah, termasuk di dalamnya akhlak. Jika aktifitas ekonomi dibangun atas pinsip dasar ini maka akan muncul keadilan, keseimbangan, dan kemaslahatan.  Bentuk keadilan ekonomi adalah tidak ada transaksi yang mengandung riba, maysir,gharar, kedhaliman, dan keharaman.  Keseimbangannya terwujud pada spiritual dan material, aktifitas bisnis-sosial, eksploasi-konservasi, resiko untung-rugi, dan keseimbangan aktifitas ekonomi riil-keuangan.  Sedangkan prinsip maslahat (manfaat bagi umat) nampak dengan adanya jaminan perlindungan pada  aspek keimanan-ketaqwaan, regenerasi, jiwa, harta, dan akal. Penerapan ekonomi Islam  akan mewujudkan  kebahagiaan dunia dan akherat ( falah).

Ekonomi falah didasarkan pada etika, moral yang luhur, dan memenuhi prinsip syariah, good governance, pengembangan sector real, pertumbuhan ekonomi masyarakat, meminimalisir krisis ekonomi, dan  adanya partisipatif masyarakat berlandaskan keadilan dan kesetaraan.  Singkatnya, ekonomi falah akan menciptakan masyarakat Indonesia yang sejahtera. Materi konsep dasar operasional perbankan syariah di sampaikan oleh Indra Krisna dari Kepala Kantor OJK Malang.

Keberadaan perbankan syariah di Indonesia didasakan pada Undang-undang no 21/2008,  tentang Perbankan Syariah yang meliputi Bank Umum Syariah (BUS), Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPS), dan Unit Usaha Syariah (UUS).  Undang-undang tersebut terdiri dari 13 bab dan 70 pasal yang meliputi ketentuan umum, asas, tujuan, dan fungsi, perizinan, bentuk badan anggaran dasar dan kepemilikan, jenis dan kegiatan usaha, pemegang saham, tata kelola, rahasia bank, pembinaan dan pengawasan, penyelesaian sengketa,  sanksi, ketentuan pidana, dan peralihan.

Adapun regulasi  dan standar perbankan syariah meliputi aspek kelembagaan (BUS, UUS, BPRS, fit and proper test), kehati-hatian (kualitas aktiva, kewajiban penyedia modal minimum, tingkat kesehatan, standar akad, produk dan jasa), pasar keuangan dan moneter (giro wajib minimum, pasar uang antar bank syariah, dan sertifikat wadiah bank Indonesia), standar akuntansi dan pelaporan (pelaporan standar akuntansi keuangan, pedoman akuntansi perbankan syariah  Indonesia, pelaporan BUS, UUS, dan BPRS). Undang-undang Bank Syariah dan Regulasi Perbankan Syariah disampaikan olehSugiarta.

Sedangkan arah kebijakan perbankan syariah 2014 meliputi penguatan struktur perbankan syariah agar lebih  berkontribusi dalam pengembangan  dan transformasi ekonomi nasional, koordinasi dan kolaborasi mikro-makro prudensial untuk stabilitas system keuangan nasional, serta edukasi dan promosi perbankan syariah, disampaikan oleh Bambang Wijanarko dari Departemen Perbankan Syariah.

Perlu diketahui, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) adalah lembaga independen dan bebas dari campur tangan pihak lain, yang mempunyai fungsi, tugas, dan wewenang pengaturan,  pengawasan, pemeriksaan, penyidikan pada sector jasa keuangan.  OJK dibentuk berdasarkan UU no 21 tahun 2011 dengan tujuan  pengawasan kegiatan sector jasa keuangan agar terselenggara secara teratur, adil, transparan, dan akuntabel.  Mewujudkan  system keuangan  yang tumbuh secara berkelanjutan dan stabil, melindungi kepentingan  konsumen dan masyarakat.

Seminar nasional dengan tema “Membangun Kesadaran Berekonomi Syariah” dibuka oleh  Rektor UIN  Maliki Malang, Prof. Mudjia Rahardja.  Sebagai keynote speech adalah Pimpinan Direktur Perbankan Syariah Pusat. Peserta yang hadir berasal dari unsur akademisi  dan praktisi lembaga keuangan. Perwakilan dosen dan mahasiswa seluruh perguruan tinggi di Malang ikut hadir. Demikain juga praktisi dari perbankan syariah, lembaga-lembaga ekonomi/keuangan, mitra perbankan, dan pelaku bisnis/ekonomi.   Lebih dari 500 peserta hadir  pada seminar sehari perbankan syariah ini.  Kegiatannya juga diliput oleh beberapa media nasional dan lokal, Bisnis Indonesia, Jawa Pos, dan Malang Pos.(us).