Entrepreneur Muda

Salah satu strategi untuk menghadapi MEA 2015 adalah melalui pengembangan kewirausahaan di Indonesa, baik melalui intrapreneur maupun entrepreneur.   Meski demikian, entrepreneur memiliki banyak keunggulan. Diantaranya bebas mengatur waktu, bebas finasial, dan bebas mengatur dirinya sendiri. Sehingga muncul istilah “seenak-enaknya jadi karyawan, ternyata lebih enak punya karyawan”, kata Guru Besar Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM, Prof. Dr. Mudrajad Kuncoro, Ph.D. dalam seminar nasional entrepreneur di UIN Malang kemarin (selasa, 20/10).

Menurutnya, untuk menjadi wirausaha sukses harus dimulai sejak dini dan banyak belajar dari entrepreneur sukses. Berani mengambil resiko, memiliki banyak rencana dan solusi, tidak mudah puas, dan fokus pada tujuan, harus menjadi mindset yang harus dimiliki oleh entrepenuer.

Di dunia akademisi, peluang menjadi orang sukses lebih besar dicapai melalui writerpreneur. Banyak orang menjadi kaya dari hasil karya tulisannya. Seperti yang dialami oleh pemateri, dapat menerima penghasilan 30 sampai 200 juta untuk setiap karyanya. Padahal, ia telah menghasilkan sejumlah 41 buku. Menurutnya, entrepreneur tidak melakukan hal yang berbeda dan istimewa. Mereka hanya melakukan hal yang biasa dengan cara yang berbeda dan istimewa.

Lain halnya dengan Danny, Owner & Ceo di lima perusahaan dengan pendapatan lebih dari 10 milyar tiap bulan, memberikan tips menjadi entrepreneur sukses. Menurutnya, kunci sukses untuk menjadi entrepreneur adalah berani, bisa membuat konsep dan perencanaan bisnis yang matang, inovatif, dan kreatif ( niteni, niru, dan nambahi). Kunci sukses berikutnya adalah berani melangkah.

Beda dengan Mudrajat dan Danny, Ilfi menawarkan konsep sosiopreneur yang berhasil dijalaninya. Dengan hanya berbekal modal Rp. 5.000.000, kini berhasil membangun lembaga keuangan syariah dan pondok pesantren beromset milyaran rupiah. Menurutnya, manusia telah dibekali dengan berbagai potensi diri dan alam yang ditempatinya. Untuk menggapai karunia-NYA, maka harus mengelola kedua potensi tersebut. Diantaranya melalui wirausaha.   Dengan menjadi wirausaha/entrepreneur sukses akan lebih mudah memperoleh kehidupan sukses di akherat kelak, kata Wakil Dekan 1 Fakultas Ekonomi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Dr. Hj. Ilfi Nurdiana MSi, yang juga menjadi pembicara dalam seminar tersebut.

Seminar nasional dengan tema utama “Membentuk Calon Wiirausaha Muda Tangguh Kreatif, Inovatif, dan Berjiwa Ulul Albab” di Gedung Rektorat dihadiri lebih dari 500 peserta. Peserta cukup antusias untuk menjadi entrepreneur sukses dengan belajar dari tiga pemateri yang berbeda. Seminar ini dibuka oleh Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. Mudjia Rahardja. Sukses untuk Fakultas Ekonomi, katanya di acara pembuka (us).