Home » Berita » BNN: “UIN Malang Bersih”

BNN: “UIN Malang Bersih”

Kampus  jadi sasaran bandar narkoba.  Demikian  headline koran nasional hari  Senin, 25/8. Dunia akademisi tercoreng dengan ditemukan 8,5 kilogram sabu bersama tersangka di kampus Universitas Nasional (UNAS), Jakarta Selatan.

Komunitas kampus menjadi sasaran bandar narkoba, sebab dinilai memiliki potensi   yang  mampu menyerap pasar narkoba dalam jumlah besar.  Tempat  berkumpulnya banyak orang, pergaulan dan interaksi yang dinamis menjadi pertimbangan para bandar.  Satu terkena narkoba, maka akan mudah untuk menularkan kepada pecandu berikutnya.  Wajar jika para pengedar/bandar berusaha menanamkan kaki di lingkungan  akademisi.

Berbagai antisipasi untuk mecegah masuknya narkoba ke wilayah kampus-pun dilakukan.  Mulai  dari aparat kopolisian, BNN, forum rektor, dan keberadaan forum mahasiswa anti narkoba.  “Di Malang, tiga tahun terakhir terdapat 300 mahasiswa terkena kasus narkoba”  kata Henri Budiman kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) kota Malang,  dijelaskan pada acara Orientasi Pengenalan Akademik dan Kemahasiswaan  (OPAK) pada  mahasiswa Fakultas Ekonomi UIN Malang  di Gedung C lantai 3 Rabu kemarin (20/8).

Perguruan tinggi memiliki cara tersendiri untuk menangani  penyalahgunaan narkotika  di kalangan mahasiswanya. Di UIN Malang, sanksi terberat  bagi mahasiswa pengguna narkoba bisa dikeluarkan.   Saat ini ada 90 perguruan tinggi di Indonesia yang sedang  berbenah  untuk bebas dari narkoba.

“UIN Malang tahun 2013 bersih dari narkoba”, kata kepala BNN kota Malang.  BNN Kota Malang juga memberikan edukasi pada mahasiswa terkait penanggulangan  bahaya narkotika, uji urie, dan pelatihan rumah pulih bagi  korban penyalahgunaan narkoba.(us).