OPAK Fakultas Ekonomi dihadiri Dirjen Pembangunan Dan Pemberdayaan Masyakat Desa (PPMD)

Untuk membuka wacana akademik dan memberikan inspirasi bagi mahasiswa baru Fakultas Ekonomi dan panitia OPAK menghadirkan nara sumber yang kompeten dan berbobot. Untuk pertama kalinya Orientasi Pengenalan Mahasiswa Baru (OPAK) Fakultas Ekonomi UIN Malang menghadirkan tokoh-tokoh nasional. Dalam kegiatan yang mengusung jargon “membangun paradigma generasi ekonomi yang kritis, responsive, dan berjiwa nasionalis berlandaskan ulul albab, Fakultas Ekonomi dan panitia OPAK manghadirkan 2 (dua) narasumber yaitu Dirjen Pembangunan Dan Pemberdayaan Masyakat Desa (PPMD), Kementrian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Republik Indonesia, yaitu Prof. Erani Yustika, SE, M.Sc, Ph.D. Selain sebagai Dirjen Prof. Erani juga sebagai salah satu dosen dan Guru besar Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya Malang, juga sebagai pakar ekonomi kelembagaan. Sementara itu Pemateri yang kedua adalah bapak H. Edy Rumpoko, selain sebagai pengusaha sekaligus sebagai Walikota Batu.

Dr. H. Acmad Sani, SE, M.Si, yang juga sebagai Wakil Dekan III Fakultas Ekonomi mengatakan bahwa kehadiran Prof. Erani dan H. Edi Rumpoko adalah pertama kali dalam sejarah pelaksanaan OPAK Fakultas Ekonomi. Beliau juga mengaprisiasi kerja seluruh panitia Dema, Sema dan panitia OPAK yang dengan gigih mampu untuk menghadirkan ke dua tokoh tersebut untuk datang dan mengisi acara OPAK Fakultas Ekonomi.

Acara yang dikemas secara “talk show” ini adalah membedah buku karya Prof. Erani, tentang ekonomi kelembagaan terutama menyoroti masalah pembangunan pedesaan. Dalam acara yang dimoderatori oleh Dr. H. Achmad Sani, SE, M.Si, dimulia jam 12.30 sampai 14.00 Wib. Dalam pemaparannya Dirjen PPMD banyak berbicara bagaimana mewujudkan kedaulantan ekonomi Negara. Negara hadir untuk menjamin peningkatan ekonomi dan kesejahteraan rakyat. Masih menurut beliau untuk mewujudkan kedaulatan ekonomi, maka konsep Nawa Cita Presiden Joko Widodo menjadi acuan dalam melandasi segala kebijakan pemerintah, termasuk kementerian Desa dan Pembangunan Daerah tertinggal Republik Indonesia. Pembangunan harus dimulai dari pesisir, pedesaan yang merupakan kantong-kantong ekonomi, dan penyumbag segala kebutuhan dasar (pangan) bagi masyarakat perkotaan. Karena itu pembangunan infrastruktur dan sarana irigasi menjadi bagian kebijakan prioritas dalam pembangunan ekonomi nasional mahzab Joko Widodo. Beliau juga menekankan perlunya para mahasiswa untuk ikut membangun desanya masing-masing setelah kelak menjadi sarjana, agar tidak banyak menumpuk di perkotaan. Sebagai “Agent of Change” pembangunan, maka seharusnya segala potensi, pemikiran dan pengalaman yang dimiliki mampu untuk membantu dan mewarnai pembangunan ekonomi di pedesaan. Dari desa swasembada pangan dan kedaulatan ekonomi dapat terwujud, dan dari desa pulalah juga krisis pangan, serta kehancuran ekonomi akan terjadi.

Sementara itu Walikota Batu, H. Edy Rumpoko, memaparkan bagaimana kepemimpinan beliau selama lebih dari 9 tahun memimpin Kota Batu. Dalam masa kepemimpinanya Kota Batu yang semula hanya bagian kecamatan dari Kabupaten Malang, yang hanya seluas Kota Malang, telah disulap menjadi salah satu Kota tujuan wisata terbaik di Indonesia. Dalam pemaparanya selama tahun 2014, kunjungan wisatawan ke kota batu mencapai 3,5 juta lebih, naik signifikan dari tahun 2013 yang hanya sejumlah 3,1 juta. Kenaikan ini menjadikan kota batu sebagai salah satu ikon kota pariwisata yang paling diminati dan menjadi daerah destinasi tujuan utama pariwisata di Indonesia.

Dalam pemaparanya lebih lanjut pria yang dikenal sebagai pendiri klub sepakbola Arema ini juga memberikan anjuran, bahwa seoran pemimpin itu harus tahu betul bagimana kondisi sosial, ekonomi masyakatnya. Pemimpin itu jangan hanya duduk di kursi empuk menikmati kursinya, dan hanya menunggu laporan dari para stafnya. Akan tetapi harus ikut terjun langsung melihat kondisi masyarakat, kalau perlu tidur di rumah warga yang terpencil. Pemimpin juga harus berani membuat kebijakan yang pro rakyat, dan cepat merespon dan memberikan solusi yang terbaik demi mewujudkan pembangunan yang berkeadilan dan merata bagi masyarakat banyak.

Dekan Fakultas Ekonomi UIN Malang, Dr. H. Salim Al Idrus, MM, M.Ag, merasa senang menerima kedatangan tamu-tamu “istimewa”, karena baru pertama kali ini OPAK Fakultas Ekonomi menghadirkan narasumber yang “istimewa”, yaitu Dirjen Kementrian Desa dan Walikota Batu. Harapan beliau ini adalah modal utama untuk membuka jalinan kerjasama yang lebih luas, terutama antara Kementerian Desa RI dengan Fakultas Ekonomi UIN Malang. Dengan digulirnya anggaran per desa tahun 2015, yang mencapai 1 Milyar lebih perdesa, maka tidak mudah bagi aparat desa untuk mengelola keuangan tersebut. Maka peran perguruan tinggi khususnya Fakultas Ekonomi UIN Malang, sangatlah diperlukan untuk mendampingi dan melatih aparat desa dalam pengelolaan anggaran keuangan yang akuntable dan transparan sesuai dengan prinsip-prinsip pengelolaan keuangan daerah yang baik.

Hal senada juga dikatakan oleh Dr. H. Achmad Sani, SE, M.si yang juga sebagai Wakil Dekan III, bahwa Fakultas Ekonomi telah mempunyai pengalaman dalam pendampingan masyarakat terutama dalam pengelolaan keuangan daerah. Apalagi kita juga mempunyai Jurusan Akuntansi, yang digawangi oleh dosen-dosen kompeten dalam pengelolaan keuangan daerah. Bahkan beberapa dosen telah menjadi nara sumber dan trainer dalam pengelolaan keuangan yang tergabung dalam Ikatan Ahli Akuntansi (IAI). Harapan kedepan Fakultas Ekonomi UIN Malang dapat menangkap peluang bekerjasama dengan Kementrian Desa untuk ikut serta dalam program pendampingan Desa, terutama bagaimana melatih aparat desa untuk dapat mengelola dana desa beserta pelaporannya yang agar lebih transparan dan akuntable. (san)