Home » Berita » 1001 Solusi Kemiskinan

1001 Solusi Kemiskinan

Orientasi Pengenalan Akademik Dan Kemahasiswaan (OPAK) Fakultas Ekonomi diikuti oleh 475 mahasiswa baru menggunakan konsep yang berbeda. Masalah kemiskinan menjadi perhatian utama yang dikemas dalam bentuk bedah buku dan deklarasi 1001 solusi mengatasi kemiskinan di Indonesia (21-23/8)

    OPAK tahun ini dikemas lebih akademis, intelektual, dan menghindari dari aksi perpeloncoan atau kekerasan. Mahasiswa diberi ruang untuk menuangkan gagasan dalam menjalankan OPAK,  demikian ditegaskan oleh Wakil Dekan Kemahasiswaan Fakultas Ekonomi UIN Malang, Dr. H. Achmad Sani, SE, M.Si.
Mahasiswa baru perlu diberi kesempatan untuk memberikan sumbangan pemikiran dalam memecahkan persoalan kemiskinan yang semakin tinggi. Sebagai komponen bangsa dan calon pemimpin, maka sudah sewajarnya diperkenalkan pada permasalahan bangsa dan belajar memberikan solusi dalam mengatasi kemiskinan di Indonesia, kata Fadil Abdani, ketua Dema FE UIN.

Bedah buku “Anatomi Kemiskinan” karya Dr. Bagong Suyanto, MA, dosen dan peneliti masalah kemiskinan-sosial masyarakat dari UNAIR Surabaya menjadi bagian rangkaian acara. Dari peserta, terkumpul ratusan ide solusi untuk memecahkan kemiskinan di masyarakat.

1001 solusi untuk mengatasi kemiskinan di Indonesiap-pun dideklarasikan. Deklarasi dibacakan  oleh salah satu peserta dan  diikuti oleh seluruh peserta mahasiswa baru. Solusi yang ditawarkan diantaranya memberikan akses seluas-luasnya usaha mikrop-kecil untuk mendapatkan pendanaan, peningkatan ketrampilan serta akses pasar yang adil. Mahasiswa FE mendukung pemerintah dalam menangani masalah kemiskinan, siap bekerja sama dalam memberikan solusi kemiskinan, dan menolak bentuk-bentuk kebijakan yang bersifat sinterklas.

Deklarasi ditandatangani oleh Wakil mahasiswa, Dema dan Sema Fakultas serta Wakil Dekan Kemahasiswaan untuk diserahkan kepada Walikota Malang, sebagai bentuk kepedulian mahasiswa dalam memecahkan kemiskinan. (us/san).